Kena Tipu BUMN, Pengusaha Muda Ini Masih Tunggu Iktikad Baik Erick Thohir

Fidelis Rizky Setiawan
Fidelis Rizky Setiawan saat memaparkan kasusnya di forum yang digelar di bilangan Jakarta Pusat pada hari Minggu 19 Juni 2022.

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Direktur CV Lintang Raya Timur, Fidelis Rizky Setiawan mengaku masih menunggu iktikad baik dari PT Boma Bisma Indra (Persero) atas hak pembayaran proyek yang telah disepakati sebelumnya.

“Harapan saya, kementerian yang bertugas di koridornya agar BUMN ini menjadi sehat,” kata Rizky saat berbincang di June’s Resto and Bar, Hotel Bintang Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu (19/6).

Bacaan Lainnya

Sejauh ini, Rizky mengaku belum tertarik untuk menempuh jalur hukum. Karena ia masih yakin Menteri BUMN Erick Thohir mau membantunya untuk menyelesaikan sengkarut proyek perusahannya besama PT Boma Bisma Indra.

Karena sejak awal, dirinya menyetujui proyek pembangunan gedung Alsintan yang ada di Gresik, Jawa Timur, tanpa Down Payment (DP) terlebih dahulu. Pasalnya, dalam benaknya saat itu, ia memandang bahwa rekan kerjanya itu adalah perusahaan plat merah yang notabane dianggapnya sebagai perusahaan sehat finansial.

Oleh karena itu, nilai proyek yang disepakati Rp4,9 miliar tersebut disetujui pula dan mulai digarapnya. Namun saat setengah perjalanan hingga uang perusahannya harus keluar sekitar Rp2,4 miliar lebih, ternyata termin pembayaran tak kunjung dilakukan oleh PT Boma Bisma Indra tersebut, hingga akhirnya usaha yang ia rintis harus rugi besar.

“Hingga di akhir tahun 2020, kita hanya dibayar Rp200 juta dari tagihan total Rp2,4 miliar karena progres 50 persen, itu buat dampak perusahaan kecil saya mengalami kerugian besar sehingga tidak bisa kita lanjutkan pembangunan itu,” ujarnya.

Beberapa kali upaya persuasif dilakukan, mulai dari komunikasi langsung hingga melayangkan surat resmi. Namun lagi-lagi ia harus berpangku tangan karena manajemen perusahaan BUMN itu cenderung menggampangkannya.

“Saya malah disuruh membeli gedung mereka, duike sopo rek (duitnya siapa?), Lha wong tagihan saya saja ndak kalian bayar, ngawur,” ketus Rizky yang bercerita saat berkomunikasi dengan manajemen perusahaan tersebut.

Oleh karena itu, ia datang ke Jakarta untuk meminta bantuan kepada Menteri BUMN Erick Thohir agar mau membantu menyelesaikan persoalannya. Karena saat ini perusahannya kehabisan uang akibat tingkat para manajemen PT Boma Bisma Indra.

“Yang saya harapkan, ini harus disoroti, panggil direksi-direksi BUMN yang bermasalah, harus disadarkan entah bagaimana caranya,” tandasnya.

Namun jika upaya persuasif dan damai ini tak juga digubris, maka Rizky bersiap untuk mengambil langkah tegas.

Ia khawatir, jika kasus tersebut tak ditangani, maka akan banyak pengusaha kecil dan UMKM yang bisa menjadi korban-korban perusahaan plat merah. Terlebih setelah ia mengalami keculasan PT Boma Bisma Indra, ia mendapati bahwa ternyata sudah banyak korban sebelum dirinya.

“Saya akan berupaya ke ranah apapun untuk suarakan ini,” tandasnya.

Dalam waktu dekat, Rizky mengatakan bahwa dirinya akan mengupayakan pertemuan dengan Erick Thohir. Karena ia bercerita saat sempat bertemu Jubir Kementerian BUMN Arya Mahendra Sinulingga, ia hanya ditertawakan dan mengaku tak punya kuasa apapun untuk membantu kasusnya.

“Insya Allah dengan teman-teman termasuk KNPI nanti, saya maunya bisa ketemu Pak Erick,” pungkasnya.