Jangan Buat Pak Jokowi Su’ul Khatimah

Presiden Joko Widodo.

Bagi Toto, polemik KLB Partai Demokrat tersebut tidak akan separah ini jika yang maju dan menjadi Ketua Umumnya adalah Marzuki Alie, yang notabane adalah mantan kader partai berlambang mersi itu.

“Ini karena Moeldoko, coba kalau saja pak Marzuki didorong menjadi Ketum, mungkin saja akan menjadi penilaian publik bahwa ini persoalan internal,” terangnya.

Bacaan Lainnya

“Tapi karena Moeldoko yang jadi kader Partai Demokrat saja baru saat akan ada KLB, karena sebelumnya kita tahu dia aktif di Hanura, kemudian dia adalah Kepala KSP, ditambah lagi tidak ada bantahan dari istana tentang sikap pribadi Moeldoko ini,” sambung Toto.

Untuk itu, ia pun berharap kepada Moeldoko untuk mengevaluasi diri dan tidak memberikan contoh yang buruk bagi orang lain.

“Kalau Moeldoko yang ada di Istana melakukan contoh yang tidak baik, saya khawatir akan menjadi contoh masyarakat umum lain pada saatnya akan meniru bagaimana mrebut kekuasaan dengan cara-cara seperti itu,” tegasnya.

Apapun yang terjadi di KLB Partai Demokrat di Medan, Toto menduga kuat bahwa ada pihak-pihak yang sengaja melakukannya.

“Apakah ini ada kaitannya dengan invisible hand atau invisible power?,” ujarnya.

“Ada kepentingan pragmatis kelompok tertentu melakukan berbagai cara yang dipertontonkan pada bangsa, dan jelas ini bukan sesuatu yang mendidik,” pungkasnya. [RED/NOE]