Keterangan ini juga dikatakan Sobri Lubis sebagai wujud bantahan terhadap pengakuan Kapolda Metro Jaya, bahwa laskar FPI yang mengawal Habib Rizieq Shihab melakukan penyerangan terhadap orang-orang yang diketahui sebagai aparat Kepolisian itu.
“Perlu kami tegaskan bahwa tidak benar laskar pengawalan melakukan penyerangan. Yang terjadi justru Rombongan IB HRS yang diganggu dan terancam keselamatannya serta diserang,” kata Sobri Lubis.
Sekaligus juga, Ahmad Sobri Lubis membatah bahwa para laskarnya menggunakan senjata api maupun senjata tajam.
“Bahwa tidak benar laskar memiliki senjata api dan melakukan penembakan. Karena laskar FPI tidak ada yang dibekali atau membekali diri dengan senjata apa pun juga,” imbuhnya.
Dan Ahmad Sobri Lubis ini pun meminta kejelasan mengapa beberapa orang tersebut menguntit rombongan Habib Rizieq yang tengah menguju ke Karawang untuk kegiatan pengajian keluarga inti itu.
“Patut untuk dipertanyakan, tindakan dan sikap serta perilaku dari para penguntit yang membahayakan keselamatan berlalu lintas, sama sekali tidak mencerminkan tindakan dan perilaku sebagai aparat hukum, tidak juga menunjukkan Identitas sebagai aparat hukum,” tandasnya.
Sampai saat ini, Sobri Lubis masih menyangsikan keterangan Kepolisian bahwa ada aksi baku tembak antara anggota Polri berpakaian preman itu dengan para laksar dari FPI DKI Jakarta.
“Patut untuk dipertanyakan, apabila benar terjadi peristiwa tembak menembak, berapa orang dari aparat yang diakui sebagai petugas hukum tersebut yang terkena tembakan?. Adalah aneh, disebut peristiwa tembak menembak, namun tidak ada satu peluru pun yang mengenai pihak yang diakui sebagai petugas namun justru 6 orang laskar meninggal terkena tembakan semua,” tutupnya. []
