Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mendukung budi daya lobster di Indonesia. Hal ini dilakukan agar nilai jual salah satu kekayaan biota laut Indonesia itu tinggi.
“Mendukung dibangunnya rumah lobster agar budidayanya bisa ditingkatkan,” kata Airlangga dalam kegiatan ‘Penyerahan Bantuan Program Penguatan Ekonomi Masyarakat’ kepada peternak, petani dan nelayan di Bali, Sabtu (22/8/2020).
Ia juga menyatakan bahwa seharusnya ekspor itu dilakukan terhadap lobster yang sudah dewasa karena memiliki nilai jual tinggi, bukan yang kecil-kecil apalagi masih berbentuk benur.
“Dan yang diekspor yang sudah besar-besar seperti ini,” ujarnya.
Selain itu, menteri yang juga merupakan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu berharap rumah lobster yang ada di Bali dapat meningkatkan ekspansi perekonomian dengan pengembangan dan pembudidayaan lobster.
“Apalagi potensi-potensi ekspor itu masih banyak, sehingga perekonomian di Bali lebih terdiversifikasi,” ucapnya.
Ditambah lagi, Airlangga juga mengatakan jika seandainya budidaya lobster dikembangkan lagi di Bali dan berhasil, maka potensi untuk menarik wisatawan mancanegara dan lokal juga bisa kembali tinggi untuk mengunjungi pulau Dewata itu.
“Dan Bali kembali bisa diriset dan pertumbuhannya menjadi positif,” tuturnya.
Statemen Airlangga ini pun ditanggapi oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono. Ia menyampaikan bahwa apa yang dikatakan oleh Airlangga sudah betul, yakni jika ingin melakukan ekspor seharusnya yang diekspor adalah lobster yang sudah besar dan siap dikonsumsi, bukan justru yang masih dalam bentuk benih bening alias benur.
“Baru bener ini yang di ekspor lobster yang sudah besar. Bukan baby lobster,” tulis Poyuono di akun twitterya @bumnbersatu. [RED]
