Inisiatifnews.com – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut bahwa salah satu keberkahan Indonesia adalah semakin menurunnya jumlah orang miskin.
“Karena Indonesia merdeka jumlah orang miskin terus menerus turun,” kata Mahfud, Selasa (18/8/2020).
Secara umum, ia menyebut bahwa sampai saat ini di Indonesia masih ada orang miskin. Namun jika ditarik dari era penjajahan hingga kemudian era orde baru (orba) jumlah orang miskin bahkan setengah jumlah penduduk yang ada. Namun jika ditarik kembali sampai era reformasi dan sampai saat ini, trennya pun cenderung positif. Walaupun karena adanya pandemi COVID-19, jumlah orang miskin sedang mengalami kenaikan.
“Di zaman kolonial hampir semuanya miskin; awal Orba (1966) 56% miskin; awal reformasi (1998) 18% miskin: akhir pemerintahan SBY (2014) 10,96% miskin (dikoreksi : sebelumnya ditulis 12%); akhir periode I JKW (2019) 9% miskin. Musim Covid 19 (2020) naik jd 9,7 %,” terangnya.
Selanjutnya, Mahfud juga menyampaikan sentimen positif kepada masyarakat Indonesia, bahwa sekalipun sampai saat ini Indonesia masih memiliki banyak sekali kekurangan, baik dari sisi jumlah orang miskin, tindak pidana korupsi dan penegakan hukum yang belum sempurna, namun praktiknya masih terus mengalami perubahan ke arah perbaikan.
“Benar di Indonesia masih banyak orang miskin, masih banyak korupsi, masih banyak ketidakadilan, tapi ada konsistensi kemajuan dari waktu ke waktu,” ujarnya.
“Bukan hanya jumlah orang miskin yang konsisten turun tapi jumlah orang yang bisa bersekolah juga naik. Itu semua karena Indonesia merdeka. Bahwa ada kekurangan, ya, pasti,” tegas Mahfud.
Oleh karena itu, menteri Pertahanan era Presiden KH Abdurrahman Wahid sekaligus eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mensyukuri nikmat dan dampak positif dari kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamirkan sejak 75 tahun silam.
“Mari bersama-sama kita jaga dan rawat kemerdekaan Indonesia sebagai berkat dan rahmat Allah. Karena kemerdekaanlah kita menjadi seperti kita sekarang, bisa bermimpi dan meraih mimpi dengan bebas,” serunya.
“Tidak seperti kita di masa kolonial. Sebelum Indonesia merdeka, bermimpi saja tidak boleh,” tutupnya.
