DPD Berduka 3 Anggota Polri Gugur Saat Operasi Bandar Narkoba

Mabes Polri
Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan belasungkawa dan duka cita atas gugurnya tiga anggota Kepolisian RI (Polri) saat operasi pengungkapan peredaran Narkoba di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Menurut Sultan, gugurnya tiga anggota Polri tersebut menjadi bukti serius negara memberantas narkoba.

Bacaan Lainnya

“Atas nama lembaga DPD RI kami menyampaikan belasungkawa dan duka cita mendalam kepada institusi Polri dan keluarga atas gugurnya ketiga anggota Polisi. Saya kira mereka pantas mendapatkan penghormatan dan penghargaan sebagai pejuang Indonesia Emas,” ujar Sultan lewat keterangan resminya, Rabu (8/7/2026).

Lebih lanjut, dia mengatakan, narkoba adalah ancaman serius terhadap institusi keamanan Negara dan tentunya mengancam agenda pembangunan manusia generasi bangsa.

“Sehingga para pelaku bandar dan pengedar narkoba adalah pelaku kejahatan luar biasa yang perlu ditanggulangi dengan pendekatan operasi yang lebih sistematis, terencana dan terorganisir,” tegasnya.

Lewat peristiwa gugurnya tiga anggota Kepolisian ini, kami mendorong agar Polri dan BNN perlu memperkuat operasi penanggulangan kejahatan narkoba skala penuh dengan melibatkan pasukan elit Polri seperti Brimob dan Densus 88.

“Penumpasan terhadap kejahatan narkoba harus ditetapkan sebagai agenda prioritas keamanan  asional. Karena Prevalensi penyalahgunaan narkoba Indonesia sudah mencapai titik kritis,” tegasnta.

Berdasar data BNN pada December 2025 menunjukan bahwa tingkat prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai 2,11 persen atau setara dengan 4,15 juta penduduk pada usia produktif (15-64 tahun). Indonesia bahkan disebut menempati peringkat ketiga tertinggi di dunia dalam hal transaksi dan penyalahgunaan narkoba setelah Meksiko dan Kolombia

Diketahui, 0perasi penangkapan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah (Kalteng), berujung duka. Tiga anggota Polri yang bertugas gugur karena dilawan oleh bandar narkoba dan komplotannya ketika tengah melakukan operasi penggerebekan.

Penggerebekan yang menyebabkan 3 polisi gugur itu terjadi terjadi pada Rabu (1/7) sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, 12 personel Satresnarkoba Polres Katingan yang dipimpin oleh Kasatresnarkoba AKP Affan Effendi melakukan penyelidikan terkait peredaran narkoba jenis sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah. RLS