Gelar Aksi di DPR, GNPF Cs Minta RUU HIP Dibatalkan

Aksi di DPR
Aksi unjuk rasa ANAK NKRI di depan Gedung DPR RI. [foto : exclusive]

Inisiatifnews.com Ratusan massa dari Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK NKRI) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI.

Dalam aksinya, massa mendesak agar DPR RI membatalkan pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dan mencabutnya dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

Bacaan Lainnya

Menurut Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) Yusuf Muhammad Martak, bahwa aksi tersebut merupakan panggilan jiwa karena merasa ada upaya untuk merusak Pancasila sebagai falsafah bangsa

“Kita ke sini karena keterpanggilan kita, di mana Pancasila yang akan dirongrong oleh kelompok yang tidak jelas,” kata Martak dalam orasinya di atas mobil komando milik DPP FPI, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2020).

Kemudian, Martak juga meminta kepada siapapun baik eksekutif, yudikatif maupun legislatif agar tidak mengambil kebijakan dengan berpijak pada kepentingan bisnis semata.

“Jangan menggagaskan pesanan konglomerat dan individu yang hanya mementingkan kepentingan bisnisnya,” ujarnya.

Rencananya, akan ada sekitar 15 perwakilan massa aksi yang akan ditemui oleh pihak DPR RI dalam rangka menyampaikan aspirasinya secara langsung.

Dan Martak selaku salah satu penanggungjawab aksi hari ini mengharapkan agar RUU HIP dicabut sekarang juga dari Prolegnas agar tidak ada potensi dibahas lagi di parlemen.

“Jika kami dipercayakan untuk berdiskusi dengan dewan perwakilan rakyat, insya Allah RUU HIP ini dibatalkan, kalau ditunda maka akan tetap dilanjutkan nantinya. Kalau kita menunggu covid selesai, maka tidak ada lagi yang kita perjuangkan,” tandasnya.

Selanjutnya, Martak juga mengajak semua pihak untuk mengedepankan sikap damai dalam aksi unjuk rasa tersebut. Karena pokoknya adalah bagaimana bisa menyampaikan aspirasi mereka dengan baik dan benar kepada DPR agar RUU HIP dibatalkan.

“Marilah bersama-sama kita berdiskusi untuk menyelesaikan permasalahan ini. Kami nanti akan berusaha masukkan perwakilan kita ke dalam untuk menyampaikan apa yang sudah kita bahas pada hari Senin kemarin,” paparnya.

Terakhir, Martak juga mengimbau kepada para massa aksi untuk tetap mengindahkan protokol kesehatan, termasuk menjaga jarak aman, mengenakan masker sepanjang aksi dan tetap menjaga kebersihan dengan menggunakan hand sanitizer.

Aksi unjuk rasa tersebut diikuti oleh beberapa ormas. Antara lain DPP Front Pembela Islam (FPI), DPP Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Bang Japar, Pergerakan dan Jawara Bela Umat (PEJABAT), Pembela Tanah Air (PETA), Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Islami (HASMI), Brigade Jawara 411, Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) dan Masyumi Reborn. [NOE]