Jerry Massie Sebut Koalisi Prabowo-Puan Bisa Jadi Lawan Terberat di Pilpres 2024

jerry massie
Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie. [foto : Istimews]

Inisiatifnews.comDirektur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie memberikan analisa potensi koalisi kuat di dalam Pilpres 2024 mendatang.

Menurutnya, peta politik untuk Pilpres 2024 nanti akan dipenuhi dengan persaingan antar kepala daerah di Jawa.

Bacaan Lainnya

“Kekuatan ini bisa bergeser pada Pilpres 2024, jika melihat road mapping politik saat ini. Tetap daerah perang politik di Jawa tetap seru,” kata Jerry Massie dalam keterangannya yang diterima Inisiatifnews.com, Jumat (19/6/2020).

Hal ini melihat dari banyaknya pemilih di lumbung suara. Di mana Jawa Barat memiliki potensial pemilih terbanyak yakni 33,2 juta, kemudian disusul oleh Jawa Timur dengan 30,9 Juta, Jawa Tengah 27 Juta. Jakarta 7,7 juta pemilih, Banten 7,4 juta dan Jogja 2,7 juta. Sehingga jika ditotal menjadi 108,9 juta.

“Bisa dibilang pemilih di Pulau Jawa hampir 60 persen dari 192 juta pemilih pada pilpres 2019 lalu,” ujarnya.

Lantas bagaimana dengan analisa peta politik di Pilpres 2024 jika ditarik dari potensi tersebut. Jerry memberikan prediksi angka.

“Jika Ganjar berpasangan dengan Ridwan Kamil maka 33 juta dan 27 maka ada 60 juta suara keduanya. Jika Khofifah-Ridwan (63 juta), Ganjar- Anies (34 juta), Anies-Ridwan (40 juta), Khofifah-Anies (37 juta), Ridwan-Khofifah (60 juta),” terangnya.

Hanya saja sekalipun ada koalisi potensial yang disebutkannya itu, akan sangat berat ketika dua figur ini muncul dalam bursa Pilpres 2024 mendatang. Mereka adalah Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan putri Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Puan Maharani.

“Lawan tangguh juga jika Prabowo-Puan ditandemkan. Alasannya sederhana, kedua arai ini menguasai parlemen selain Golkar. PDIP meraup 128 kursi dan Gerindra 78 kursi pada pemilu lalu,” paparnya.

Apalagi jika dilihat dari gelagat Gerindra dan PDI Perjuangan yang terlihat mesra usai Pilpres 2019, dibarengi dengan bergabungnya Prabowo di Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Maruf Amin.

“Jika dilihat gelagat Prabowo dengan merapat ke koalisi PDI-P. Ini setidaknya sinyalemen red and white akan berafiliasi politik,” tukasnya. [REL]