Jerry Massie Prediksi Pilpres 2024 Munculkan Lebih Banyak Swing Voters

Jerry Massie.

Inisiatifnews.com Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menduga jika situasi nasional masih seperti saat ini, akan berdampak pada Pilpres 2024 mendatang, di mana jumlah swing voter alias pemilih mengambang lebih mendominsasi di tengah agenda politik nasional itu.

“Saya prediksi swing voters akan menigkat pada pemilu 2024. Data statisiknya pada 2019 yakni 13 persen bertambah undiceded voters,” kata Jerry Massie dalam keterangannya yang diterima Inisiatifnews.com, Jumat (19/6/2020).

Bacaan Lainnya

Situasi nasional yang dimaksud Jerry adalah banyaknya persoalan yang membuat publik akhirnya melakukan pertimbangan-pertimbangan politik, antara lain kegaduhan di tengah rencana DPR RI membahas Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Selain itu, ada pula RUU Omnibus Law yang meliputi RUU Cipta Kerja, RUU Ibukota Baru Negara (IBN), RUU Perpajakan dan RUU Kesehatan. Keseluruhannya dikatakan Jerry masih menyisakan perdebatan yang panas di tengah masyarakat.

“Lantaran sejumlah UU yang digodok tak sesuai dengan keinginan dan kemauan publik. Sebut saja, RUU HIP, UU Omnibus Law yang ditolak kaum buruh, UU pemindahan Ibukota baru, Kesehatan, Pajak, Tenaga Kerja,” ujarnya.

Tidak hanya persoalan Omnibus Law saja, Jerry juga menyebut ada persoalan yang juga akan membuat gamang para pemilih dalam menentukan pilihan politiknya nanti, yakni persoalan BPJS Kesehatan. Di mana pemerintah ingin tetap menaikkan iuran (premi) BPJS Kesehatan. Termasuk juga kebijakan pemerintah yang akan menjalankan UU Nomor 4 tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang juga masih menyisakan pro dan kontra karena akan diberlakukan di tengah situasi pandemi COVID-19 masih berlangsung.

“Jelas ini akan sangat merugikan partai-partai besar. Belum lagi Perppu No 1 Tahun 2020 tentang Pandemi Covid-19. Ini barangkali akan menurunkan kredibilitas partai pendukung pemerintah,” terangnya.

Karena faktor-faktor inilah, Jerry berpandangan bahwa swing voters dan undiceded voters lebih besar dari Pilpres 2019 lalu.

“Boleh jadi, swing voters dan undiceded voters bisa mencapai 30 persen, yang mana pada 2019 mencapai 25 persen,” pungkasnya.

Maka dari itu, ia mengatakan bahwa saat ini etika politik menjadi faktor yang akan sangat dilihat oleh para konstituen. Sekaligus bisa menjadi barometer terhadap peluang dalam pemilihan Capres dan Cawapres dan Calon Anggota Legislatif (Caleg) 2024 mendatang.

“Politik etis akan menjadi barometer kemenangan calon pada pilpres 2024, bukan politik praktis,” tuturnya. [RED]