Inisiatifnews.com – Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Fadli Zon berharap besar agar pemerintah pusat tidak hanya fokus pada sektor kesehatan saja di situasi pandemi Covid-19, tapi juga sektor pangan nasional.
Apalagi dikatakan Fadli, organisasi pangan dunia yakni Food and Agriculture Organization (FAO) memprediksikan adanya ancaman krisis pangan di tentah situasi Covid-19 seperti saat ini.
“FAO pada April lalu memperingatkan adanya ancaman krisis pangan akibat pandemi Covid-19. Krisis pangan harus disikapi serius,” kata Fadli, Senin (8/6/2020).
Memang diakui Fadli, apa yang dilakukan oleh pemerintah dalam upaya pembatasan sosial bisa jadi alat efektif untuk menekan jumlah penyebaran Corona Virus Desiase 2019 (COVID-19). Hanya saja, ada sektor pangan justru berpeloang terseok-seok.
“Kebijakan pembatasan sosial, meski di satu sisi berhasil menekan penyebaran virus, tapi di sisi lain ikut memukul produksi dan distribusi pangan secara global,” paparnya.
Ditambah lagi, sejumlah negara yang selama ini dikenal sebagai produsen pangan, seperti Thailand dan Vietnam, dengan alasan melindungi kebutuhan dalam negeri kini mulai melakukan pembatasan ekspor.
Sontak dengan kebijakan ekonomi pangan global itu, Fadli pun menilai ini bisa menjadi ancaman cukup serius bagi pemerintah Indonesia dalam memenuhi stok pangan dalam negeri.
“Akibatnya, jumlah pangan yang diperdagangkan di pasar dunia pun volumenya terus menurun. Dari total produksi beras dunia, misalnya, kini hanya tinggal 5 persen saja yang diperdagangkan di pasar internasional. Inilah yg bisa disebut gejala ‘deglobalisasi’ akibat pandemi,” imbuhnya.
Gejala deglobalisasi semacam itu, bagi negara yang memiliki ketergantungan sangat besar terhadap impor pangan seperti Indonesia, tentu bisa berakibat mengerikan jika tak diantisipasi dengan baik.
“Kita bisa terancam gelombang kelaparan, juga telah diingatkan World Food Programme (WFD). Menurut WFD, sesudah lebih dari 300 ribu nyawa melayang akibat serangan virus Corona sejauh ini, ancaman yang mengintai kita berikutnya adalah ancaman kelaparan,” pungkasnya.
Oleh karena itu, Fadli pun berharap agar pemerintah pusat betul-betul memperhatikan potensi ancaman pangan bahkan kelaparan di situasi krisis seperti saat ini.
“Peringatan-peringatan tersebut tentunya perlu kita waspadai. Apalagi, sejak sebelum pandemi ini muncul, Indonesia telah tergolong sebagai negara dengan indeks kelaparan serius,” tegasnya. [NOE]
