Inisiatifnews.com – Peneliti muda, Dedek Prayudi menilai bahwa bully adalah sikap yang sama sekali tidak dibenarkan dalam budaya demokrasi.
“Budaya bully bukan budaya demokratis. Budaya bully bukan diskursus, cuma prejudis,” kata pria yang karib disapa Uki itu, Minggu (7/6/2020).
Ia mengingatkan kepada orang-orang yang suka sekali melakukan aksi bully, bahwa sikap mereka itu sama sekali tidak bisa menghormati perbedaan di luar pemikiran mereka. Dan ini bukti bahwa kebiasaan bully bukan budaya demokratis.
“Budaya bully cuma memperlihatkan betapa kita bukan hanya tak terima perbedaan, bahkan takut dengan perbedaan,” ujarnya.
Dan kepada para tukang bully, mantan juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut menyebut bahwa mereka justru adalah kalangan pemenang.
“Ketika kamu dibully, kamu adalah pemenangnya,” tutur Uki. []
