Inisiatifnews.com – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Demokrat, Syarief Hasan mengingatkan, pandemi kali ini bukan hanya mengganggu kesehatan masyarakat tetapi juga mengganggu perekonomian mereka.
Maka dari itu, bantuan sosial lewat Kartu Pra Kerja sudah seharusnya tepat sasaran.
“Banyak pekerja yang di-PHK. Banyak buruh harian yang kehilangan pekerjaannya. Sehingga permasalahan ekonomi membutuhkan solusi berupa bantalan pengaman sosial seperti Kartu Pra Kerja yang tepat sasaran,” ungkap Syarief Hasan dalam keterangannya Rabu (13/5/2020).
Untuk diketahui, program Kartu Pra Kerja dengan anggaran Rp 5,6 Trilliun resmi dirilis pemerintah pada 20 Maret 2020 yang lalu sebagai bagian dari jaring pengaman sosial menghadapi Pandemi Covid-19. Sayangnya, program ini menuai polemik. Lantaran ada pelatihan online sebagai bagian dari Kartu Pra Kerja.
Syarief menegaskan, pelatihan online ini tidak efektif dan efisien, tidak transparan dan tidak akuntabel. Bahkan, dia menilai, pelatihan online ini berpotensi terjadi perampokan uang Negara.
“Fokus utama masyarakat hari ini adalah bagaimana memenuhi kebutuhan ekonomi. Dengan adanya himbauan Work From Home dan PSBB di beberapa wilayah di Indonesia, menjadikan orang kesulitan memenuhi kebutuhannya,” tandasnya.
Hal yang mestinya dilakukan pemerintah adalah memastikan kebutuhan ekonomi terpenuhi. Yakni lewat Kartu Prakerja. Syarief mengingatkan, program ini jangan menyulitkan masyarakat dengan tambahan kewajiban pelatihan online.
Apalagi pelatihan online yang dilakukan pemerintah lewat Kartu Prakerja tersebut berbayar. Padahal, Syarief menilai, muatan materi pelatihan online dalam pelatihan online dapat diakses gratis di internet, baik lewat kanal Youtube maupun platform online lain.
“Sekali lagi secara gratis. Sehingga sangat jelas bahwa pelatihan online ini tidak efektif dan efisien, baik dari segi waktu maupun substansi materi, ditambah pemborosan dari sisi anggaran,” ungkapnya.
Dia pun mendukung jika fraksi-Fraksi di DPR RI yang juga menyuarakan kepada pemerintah agar program pelatihan online dialihkan menjadi bantuan sosial.
“Ditujukan terutama bagi pekerja yang di-PHK dan masyarakat kurang mampu lainnya. Agar kekhawatiran masyarakat bahwa rakyat tidak mati karena Corona tapi mati karena kelaparan, tidak menjadi kenyataan,” tegasnya. (INI)
