Imbas Ketidakjujuran Pasien Covid-19

Hamdan Hariawan
Hamdan Hariawan.

Keterbatasan sumber daya seperti dokter dan tenaga kesehatan, yang tidak sebanding dengan jumlah pasien juga menjadi alasan direkrutnya tenaga relawan covid-19, untuk ikut turun mengalahkan wabah ini. Lebih-lebih dokter dan tenaga kesehatan, yang menjadi pasukan garis depan sudah banyak yang gugur. Hingga saat ini sebanyak 24 dokter Indonesia meninggal akibat virus penyebab covid-19 disebutkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yang dikutip dari salah satu media online. Serta tercatat melalui akun instagram Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sebanyak 10 perawat, yang telah meninggal dalam tugas kemanusiaan menangani wabah virus corona.

Hal ini semakin memprihatinkan karena jumlah dokter dan tenaga kesehatan, yang gugur diiringi penambahan pasien dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan rasio dokter, dan tenaga kesehatan terhadap pasien tidak berimbang. Barang tentu akan terus bertambah, jika tidak didukung oleh kejujuran pasien saat pemeriksaan. Sehingga kejujuran pasien menjadi salah satu kunci penanganan wabah ini.

Bacaan Lainnya

Cegah Stigmatisasi
Menyembunyikan status kesehatan dalam bentuk ketidakjujuran, saat diperiksa merupakan salah satu bahaya stigma social. Stigma sosial saat ini menjadi fenomena sosial dengan memberikan asosiasi negatif, terhadap sekelompok orang yang positif covid-19. Bahkan juga dialami oleh orang dalam pemantauan (ODP) yang belum tentu terkonfirmasi positif.

Ketidaktahuan menjadi salah satu penyebab utama stigma sosial seputar covid-19, sehingga sosialisasi terkait covid-19 menjadi sangat penting dalam pencegahannya. Sudah banyak informasi mengenai apa itu covid-19, penyebabnya hingga cara mencegahnya tersebar di berbagai media. Bahkan hampir tidak ada jarak antara informasi wabah covid-19 terkini, dengan berita yang tersebar di media.

Masyarakat harus bisa menerima berita yang tepat, dari sumber yang benar. Informasi yang tepat bisa diperoleh dari kanal-kanal resmi pemerintah terkait covid-19. Karena informasi yang tepat mencegah ketakutan, yang berdampak pada munculnya stigma.

Setidaknya ada 8 cara mencegah stigma sosial terkait covid-19, seperti yang terdapat dalam situs kawalcovid19.id, yang dimulai dengan penyebutan penyakit covid-19 sebagai nama penyakit corona yang benar. Kemudian menyebut orang yang terjangkit covid-19 sebagai pasien, bukan sebagai korban. Tidak melabeli mereka yang terdampak sebagai penyebab, dan penyebar covid-19, tetapi memberikan dukungan, dan semangat serta tidak menyebarkan berita bohong, yang bersifat kebencian terhadap mereka. Terakhir yang tidak kalah penting juga, untuk selalu memberikan penghargaan kepada tenaga medis, dan tenaga kesehatan yang merawat pasien covid-19. Mereka adalah salah satu pahlawan dalam menghadapi wabah covid-19.