Pilpres Masih Jauh, Jerry Massie : Hindari Survei Pesanan

jerry massie
Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie. [foto : Inisiatifnews.com]

Inisiatifnews.com – Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menganggap hasil survei terkait Pilpres 2024 yang dirilis pada awal tahun ini masih sangat prematur. Ia menduga ada unsur politis di balik hasil-hasil survei tersebut.

Jerry menyatakan, bukan tidak mungkin hasil survei yang dilakukan secara prematur adalah produk pesanan semata olah pihak-pihak tertentu.

Bacaan Lainnya

“Hindari survei pesanan dengan mengangkat branding calon tertentu. Opini digiring tak bisa berdampak pada mindset publik. Kecuali skeptis dan apatis atau swing voters pemilih mengambang,” jelas Jerry kepada wartawan, Rabu (27/2/2020).

Perlu diketahui, bahwa ada empat lembaga survei yang tiba-tiba merilis hasil survei tentang potensi calon presiden di pilpres 2024 mendatang. Mereka antara lain ; Indo Barometer (IB), Parameter Politik Indonesia (PPI), Media Survei Indonesia (Median) dan Politika Research and Consulting (PRC).

Dari hasil survei ketiga lembaga itu diketahui mereka semua menempatkan sosok Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai kandidat capres terkuat untuk Pilpres 2024.

Indo Barometer misalnya, menempatkan Prabowo sebagai capres terkuat dan mengungguli sedikitnya 22 nama elite populer di kalangan masyarakat dengan tingkat elektabilitas mencapai 22,5 persen.

Pun demikian dengan survei PPI dan PRC, Prabowo berada di posisi teratas dengan tingkat elektabilitas 17,3 persen.

Sedangkan, dari hasil survei Median setali tiga uang. Tingkat popularitas Prabowo mencapai 93,6 persen dengan tingkat elektabilitas tertutup mencapai 18,8 persen.

Selain nama Prabowo, muncul pula nama sejumlah kepala daerah seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Mereka juga disebut sebagai kandidat kuat capres pada 2024.

Dari hasil itu, Jerry melihat hal itu sebagai upaya untuk menaikkan nama capres tertentu. Hal ini terlihat jelas dari hasil ketiga lembaga survei yang sama-sama mengangkat nama Prabowo sebagai capres terkuat.

“Memang ini bagian untuk mengangkat branding capres atau bahasa lain mendongkrak popularitasnya,” papar Jerry. [NOE]