Inisiatifnews.com – Publik dihebohkan dengan statemen nyeleneh dari komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sitti Hikmawatty. Di mana ia menyebut bahwa sperma yang ada di dalam kolam renang bisa aktif dan berpotensi membuat wanita hamil seketika.
Karena statemennya itu viral dan dikecam banyak kalangan, akhirnya Sitti pun meminta maaf dab menarik ucapannya itu.
“Saya meminta maaf kepada publik karena memberikan statemen yang tidak tepat,” kata Sitti dalam rilisnya, Minggu (23/2/2020).
Kemudian ia juga menyebutkan bahwa statemennya tersebut bukan merupakan sikap resmi dari lembaga yang saat ini menaunginya, yakni KPAI melainkan statemen pribadinya sendiri. Maka dari itu atas kekeliruannya, Sitti pun menyatakan dirinya mencabut ucapan tersebut.
“Statemen tersebut adalah statemen pribadi saya dan bukan dari KPAI. Dengan ini saya mencabut statemen tersebut,” tegasnya.
S3 dari Universitas Negeri Jakarta yang juga sekaligus Ketua Departemen Pengembangan Kebijakan PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Pusat Periode 2015-2020 tersebut memohon kepada publik agar tidak memviralkan statemennya yang diakuinya salah itu.
“Saya memohon kepada semua pihak untuk tidak menyebarluaskan lebih jauh atau malah memviralkannya,” tutupnya.
Perlu diketahui sebelumnya, bahwa dalam video yang diunggah oleh Tribunnews.com, Sitti sempat menyebut bahwa ketika ada sperma yang memiliki ketangguhan tinggi berada di kolam renang, maka akan bisa masuk ke dalam rahim perempuan dan memicu kehamilan, apabila kondisi perempuan tengah dalam kondisi subur. Situasi yang disebutkan Sitti adalah kondisi pertemuan antara sperma aktif dengan dengan sel telur wanita yang tidak langsung alias bukan berasal dari aktifitas suami-istri secara biologis.
“Misalnya ada sebuah mediasi di kolam renang, ada kondisi sperma tertentu yang sangat kuat walaupun tidak terjadi penetrasi, ada orang terangsang dengan kondisi itu dan mengeluarkan sperma kan kita nggak ngerti di kolam renang, nah itu bisa terjadi kehamilan” ujar Sitti.
Oleh karena itu, Sitti pun berharap agar ada pemahaman dan edukasi bagi remaja saat ini tentang pendidikan kesehatan reproduksi.
Sementara teori medis pun membantah ucapan Sitti itu. Di mana sebuah sel sperma tidak bisa hidup dalam kondisi di dalam kolam renang yang notabane airnya pun terkandung kaporit.
Salah satu yang membantah statemen Sitti itu adalah dokter dan seksolog Indonesia dr Boyke Dian Nugraha. Dia mengungkapkan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Nggak benar itu,” tulis dr Boyke seperti dikutip dari Instagramnya disadur dari iNews.id, Minggu (23/2).
Dia juga menjelaskan, mengapa sperma di kolam berenang tidak mungkin menyebabkan kehamilan.
“Nggak memungkinkan, sperma masuk ke air pasti mati,” tulis dia.
Selain itu, menurut American Pregnancy, sperma bisa bertahan selama beberapa menit jika terjadi ejakulasi di air hangat. Jika ejakulasi terjadi dalam air yang sangat panas atau air yang diisi dengan bahan kimia, gelembung atau zat lain, sperma tidak akan mampu bertahan lebih dari beberapa detik.
“Kehamilan yang terjadi karena hal ini sangat tidak mungkin dan dalam banyak kasus tidak mungkin sama sekali,”.
