Sindir Nadiem Bayar SPP Bisa Pakai Gopay, Said Didu Diminta Melek Teknologi

Dennis Adhiswara
Dennis Adhiswara.

Inisiatifnews.com – Seniman dan netpreneur, Dennis Adhiswara menyinggung tentang statemen Muhammad Said Didu yang menyinggung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim tentang opsi pembayaran SPP sekolah bisa menggunakan aplikasi e-payment, GoPay.

Menurutnya, pembayaran SPP sekolah melalui aplikasi seperti GoPay tersebut justru mempermudah masyarakat. Apalagi GoPay bukan satu-satunya platform yang menyediakan pembayaran online biaya pendidikan.

Bacaan Lainnya

“Membayar SPP lewat GoPay akanlah memudahkan. Lagipula, Dana dan LinkAja akan mengadopsi fitur serupa,” kata Dennis dalam kicauan akun twitternya @OmDennis, Rabu (19/2/2020).

Kemudian, Dennis juga memandang opsi penggunaan GoPay untuk mempermudah membayar biaya pendidikan tersebut bukan termasuk monopoli Nadiem Makarim yang juga mantan bos Gojek Indonesia itu.

“Saya rasa, ini bukan monopoli. Kemajuan teknologi adalah keniscayaan,” ujarnya.

Ia pun berharap kepada masyarakat agar tidak menjadi gagap teknologi (gaptek).

Selain itu, Dennis juga berseloroh bahwa banyak sahabatnya yang berusia di atas 40 tahun juga sangat aware dengan perkembangan teknologi seperti saat ini.

“FYI, saya juga punya banyak kenalan berusia di atas 40 tahun, kok . Mereka bijak, dan terbuka dengan teknologi baru. I respect them a lot & i don’t call them boomers,” tuturnya.

“Akan tetapi, kalau ada orang yang kolot, sok tertutup, ngga mau belajar hal baru, dan kekeuh dengan cara lama yang tidak efektif dan tak efisien, kuanggap dia boomer. Berapapun umurnya,” tutup Dennis.

Kicauan Dennis ini pun direspon oleh netizen lain. Anastasia Yulianti pemilik akun Twitter @Anastasia_0107 juga berkomentar jika GoPay bukan platform digital payment yang pertama kali menggunakan fitur tersebut. Bahkan platform startup lain juga sudah mengeluarkan fitur pembayaran biaya pendidikan.

“Tokped (Tokopedia -red) udah duluan ada fitur bayar uang sekolah. Baru gopay nyusul. Lanjut link aja, dll,” ujarnya.

Ia justru heran mengapa aplikasi semacam itu perlu adanya tender terlebih dahulu. Karena tidak ada uang negara yang terkuras di dalam proses pembayaran pendidikan online tersebut.

“Pake tender buat apaan? lha wong ga ada uang negara yang keluar. Sistemnya sama kayak fitur lainnya untuk bayar listrik, bpjs, dll yang ga pake tender segala,” imbuh Anastasia Yulianti.

Sebelumnya, mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu menuding bahwa Nadiem Makarim sudah melakukan tindakan korupsi karena mengarahkan pembayaran SPP sekolah menggunakan GoPay tanda dilakukan tender terlebih dahulu.

[RED]