PPP Harap Kunjungan Jokowi ke Abu Dhabi Bisa Redam Gejolak Timteng

Jokowi dan Zayed
Presiden Joko Widodo bersama Putra Mahkota Abu Dhabi Syekh Mohammed bin Zayed Al Nahyan di Bogor.

Inisiatifnews – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PPP, Syaifullah Tamliha berharap agar rencana kunjungan Presiden Joko Widodo ke Abudabi Uni Emirat Arab (UEA) diharapkan tidak hanya sekedar kunjungan Kepala Negara Indonesia, melainkan juga sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB untuk meredakan kemelut di Timur Tengah (Timteng) yang saat ini masih meradang.

“Untuk menyelesaikan kemelut kawasan Timur Tengah yang sedang bergolak pasca terbunuhnya Mayjen Qosim Suleimani Jenderal Garda Bangsa Iran saat melakukan kunjungan kerja ke Irak,” kaya Syaifullah dalam keterangannya yang diterima wartawan, Jumat (10/1/2020).

Bacaan Lainnya

Strategi lain yang bisa diambil menurut Syaifullah adalah sikap Menteri Luar Negeri Indonesia yang bisa melakukan upaya penggalangan sikap negara-negara di Timur Tengah. Tujuannya adalah untuk mengupayakan solusi perdamaian.

“Jika diperlukan, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi dapat melakukan dialog dengan semua Menlu se-Timur Tengah untuk mencari solusi damai di kawasan itu pada khususnya, dan perdamaian dunia pada umumnya,” ujarnya.

Jika itu bisa diupayakan Presiden Jokowi sebagai kepala negara yang menjadi anggota tidak tetap Keamanan PBB, maka Indonesia bisa dilihat sebagai negara yang konsisten ikut menjaga perdamaian dunia dan menjalankan amanat konstitusinya.

“Kunjungan kenegaraan ke UEA sangat penting agar dunia tetap menganggap Indonesia sebagai negara yang konsisten melaksanakan konstitusi negara untuk turut menertibkan keamanan dunia dan perdamaian abadi sebagaimana bunyi Pembukaan UUD NRI 1945,” tutupnya.

Rencananya, Presiden Joko Widodo akan bertolak ke Abu Dhabi pada tanggal 11 sampai 13 Januari 2020 besok.

Kehadiran Presiden itu untuk menghadiri undangan sebagai pembicara kunci agenda Abu Dhabi Sustainablility Week. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Menlu Retno Marsudi.

“Bapak akan bicara pembangunan ekonomi, sekaligus masalah sustainable energi, environment dan sebagainya, dan kunjungan lapangan di Dubai,” kata Retno, Selasa (7/1) kemarin.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan Presiden Jokowi akan menyaksikan penandatanganan proyek investasi senilai US$ 20 Miliar atau setara Rp 280 Triliun (asumsi kurs Rp 14.000).

“Besok tanggal 13 (Senin 13 Januari 2020), Presiden kunjungi Abu Dhabi berangkat tanggal 11 (Sabtu 11 Januari 2020) pagi menyelesaikan proyek tanda tangan senilai US$ 20 miliar,” ujar Luhut.

Dalam kunjungan ke Abu Dhabi itu, Presiden Joko Widodo akan bertemu langsung dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Syekh Mohammed bin Zayed Al Nahyan untuk membahas perjanjian bilateral kedua negara tersebut. [NOE]