Inisiatifnews – Mempererat tali persaudaraan sangat penting dipertahankan di Indonesia di tengah perbedaan keyakinan dan beragama. Ini sesuai dengan amanat Pancasila. Sebab, Semua agama yang dilindungi konstitusi, mengajarkan persaudaraan.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD
saat acara Peringatan Natal dan Tahun Baru di Auditorium BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (07/01/2020). Hadir dalam acara tersebut, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Diungkapkan Mahfud, orang dapat disebut sesat saat memakai agama sebagai alasan mendiskriminasi sesama manusia.
Diingatkannya, persaudaraan antarmanusia di tengah perbedaan di dunia yang merupakan kehendak Tuhan, harus terus dijaga. Perbedaan itu kehendak Tuhan. Jika Tuhan berkehendak, maka bisa saja Ia menciptakan manusia seragam.
“Karenanya, kita dituntut berlomba-lomba berbuat baik untuk bersahabat dengan semua orang, tidak saling mencaci, tidak saling membenci. Tuhan kalau mau, pasti bisa satukan kita. Itulah kemudian jadi salah satu dari sila dasar negara kita, Ketuhanan Yang Maha Esa,” ucapnya.
Setiap agama, lanjut eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini, mengajarkan pentingnya persaudaraan. Karenanya, sesat jika seseorang berlaku jahat dan mendiskriminasi sesama manusia karena perbedaan agama.
“Agama apa pun pasti mengajarkan persaudaraan. Adalah sesat manakala orang menggunakan agama atau mengatasnamakan agama berlaku dengki, berlaku jahat, dan selalu mendiskriminasi manusia lain,” tandasnya. (FMB)
