Banser Jakbar Salurkan Bantuan untuk Wilayah yang Masih Tergenang

Banser NU
Banser Kalideres tengah menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat korban banjir Jakarta. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews – Memasuki hari ke-5 banjir di Jakarta, Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Kalideres Jakarta Barat menyalurkan bantuan langsung ke warga korban banjir di Semanan yang masih tergenang.

“Kelurahan Semanan adalah salah satu wilayah di Jakarta Barat yang masih tergenang padahal sudah 5 hari dari dimulainya banjir di Jakarta,” kata Ketua Banser Kalideres, Choliq kepada wartawan, Minggu (5/1/2020).

Bacaan Lainnya

“Untuk itu kami 2 hari ini fokus mendistribusikan bantuan di Semanan, Kalideres,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang (PC) GP Ansor Jakarta Barat, Alfanny juga mengatakan, bahwa selama 5 hari sejak Rabu 1 Januari 2020, GP Ansor-Banser Jakbar yang mendirikan posko di 9 lokasi telah mendistribusikan bantuan untuk korban banjir berupa nasi bungkus, beras, mie instan, air mineral, pampers, alat pembersih, pakaian dan lain-lain.

Ia mengaku sangat bersyukur dengan kepedulian semua pihak yang ikut mengulurkan tangannya demi meringankan saudara-saudara yang terkena musibah banjir itu.

Alhamdulillah banyak dukungan dari para Sahabat Ansor lintas agama, Satkornas Banser, LPBI NU, maupun urunan dari kader Ansor dan lain-lain yang mendukung posko banjir GP Ansor Jakbar di 9 lokasi sehingga kami bisa lebih optimal dalam membantu korban banjir,” kata Alfanny.

Alfanny menyampaikan bahwa dukungan dari masyarakat lintas agama membuktikan GP Ansor dipercaya oleh semua kalangan.

“Hari ini bahkan kami menerima tambahan bantuan dari Gereja Santa Maria Imaculata Kalideres yang menitipkan beras dan mie instan untuk disalurkan kepada korban banjir,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa GP Ansor Jakarta Barat meminta kepada pemerintah provinsi DKI Jakarta agar lebih antisipatif dalam menghadapi banjir yang merupakan musibah rutin.

“Gubernur Anies harus segera melakukan normalisasi sungai dan kali di Jakarta. Contohnya normalisasi kali Semongol di Tegal Alur yang tidak kunjung dilakukan padahal warga di pinggir kali tersebut sudah bisa direlokasi ke Rusunawa Tegal Alur yang sampai saat ini masih kosong,” papar Alfanny. []