Bela Muslim Uighur, 48 Ormas Bakal Geruduk Dubes China

Konferensi pers aksi bela uighur
Foto : Istimewa

Inisiatifnews – Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) KH Ahmad Sobri Lubis menilai bahwa perlakuan pemerintah China sudah sangat keterlaluan kepada masyarakat muslim etnis Uighur.

“Penindasan yang dialami Uighur di wilayah Xinjiang yang bermakna koloni baru oleh rezim komunis sangat kejam dan tidak bisa ditolerir lagi,” kata Sobri dalam konferensi pers yang digelar di bilangan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (20/12/2019).

Bacaan Lainnya

Disampaikan Sobri, bahwa selama ini hak hidup dan hak beragama masyarakat muslim Uighur telah dilanggar oleh otoritas pemerintah di Xinjiang.

“Hak asasi manusia etnis Uighur dicabik-cabik, hak bergama, ekonomi, dan budaya dirampas. Dilarang baca Quran dan wajib ikut camp re-education,” ujarnya.

Tidak hanya itu, adik dari Amany Buhanuddin Umar Lubis itu juga menyebutkan, bahwa muslimah Uighur juga dipaksa menjadi pelayan seks, dan akan mendapatkan tudingan negatif bila menolaknya.

“Mereka dipaksa menerima orang non muslim untuk tinggal satu atap dan menjadi pemuas seks. Jika tidak mau, maka akan dituduh radikal dan pemberontak,” imbuhnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan menggelar aksi unjuk rasa bersama di depan Kedutaan Besar Republik Rakyat China (RRC) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada hari Jumat pekan depan.

“Kami mengecam tindakan kejam rezim komunis dan akan melakukan aksi pada hari Jumat, 27 Desember 2019, pukul 13.00 WIB ba’da shalat Jumat dengan koorlap Abdul Qadir dan Jubir Habib Ali Alatas,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Slamet Maarif mengatakan bahwa akan ada 48 ormas yang siap bergabung dalam aksi unjuk rasa tersebut.

“Yang sudah terkonfirmasi sudah 48 ormas yang akan ikut gabung aksi. Kami targetkan di depan Kedubes China akan penuh dengan umat,” tandasnya. [NOE]