Youtube Kids Wujud Youtube Ikut Lindungi Kualitas Tayangan Anak

Youtube
Source image : marketwatch.com

Inisiatifnews – CEO YouTube, Susan Diane Wojcicki menyatakan bahwa pihaknya sangat concern dan ikut bertanggungjawab dengan perlindungan konten video terhadap anak-anak di bawah umur.

“Tanggung jawab adalah prioritas utama kami di YouTube, dan tidak ada yang lebih penting daripada melindungi anak-anak dan privasi mereka,” kata Susan dalam siaran persnya di blog resmi Youtube yang dikutip Inisiatifnews.com, Rabu (4/9/2019).

Bacaan Lainnya

Bahkan kata Susan, pihaknya juga sudah memberlakukan kebijakan privasi dalam produk mereka. Salah satunya adalah dengan menyatakan jika konten video di Youtube umumnya adalah untuk anak-anak di atas usia 13 tahun.

Hanya saja karena berkembangnya jumlah pengguna dan content creator di Youtube semakin meningkat, banyak sekali pengunjung merasa juga ternyata anak-anak di bawah usia 13 tahun karena minimnya pengawasan dari orang tua terhadap produk startup terbuka yang bukan peruntukan mereka.

“Sejak awal, YouTube telah menjadi situs untuk orang di atas 13 tahun, tetapi dengan ledakan konten keluarga dan meningkatnya perangkat bersama, kemungkinan anak-anak menonton tanpa pengawasan meningkat,” ujarnya.

Kesalahan penggunaan produk Youtube ini diakui Susan didapat dari berbagai pihak termasuk para orang tua, para pakar, pemegang kebijakan alias regulator.

“Kami telah memperhatikan dengan seksama bidang-bidang di mana kami dapat melakukan lebih banyak untuk mengatasi hal ini, diinformasikan melalui mekanisme umpan balik dari orang tua, ahli, dan regulator,” terangnya.

Apalagi baru-baru ini, Youtube juga tengah digugat oleh Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat dan Jaksa Agung New York melalui perundangan The Children’s Online Privacy Protection Act (COPPA).

Bahkan perlu diketahui, jika denda yang diberatkan kepada Youtube adalah sebesar $ 170 juta. Dan jumlah denda tersebut merupakan denda terbesar COPPA hingga saat ini, jauh melebihi perusahaan induk TikTok yang diterima Februari lalu karena pelanggaran hukum yang sama.

“Termasuk kekhawatiran COPPA yang diajukan oleh Komisi Perdagangan Federal AS dan Jaksa Agung New York yang sedang kami tangani dengan penyelesaian diumumkan hari ini,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Susan mengatakan bahwa Youtube telah melakukan upaya konkret untuk memfasilitasi perlindungan anak-anak di bawah usia 13 tahun melalui produk baru Youtube yakni YouTube Kids yang sudah dirilis oleh Youtube sejak 23 Februari 2015 lalu.

Produk Youtube ini mengelompokkan seluruh konten yang ditujukan untuk konsumsi anak-anak di bawah umur. Langkah yang dilakukan Youtube menurut Susan adalah, seluruh conten creator diwajibkan untuk memberikan informasi bahwa konten yang mereka unggah itu memang untuk target anak-anak, sehingga video mereka akan tersaring dengan tepat.

“Untuk mengidentifikasi konten yang dibuat untuk anak-anak, pencipta akan diminta untuk memberi tahu kami ketika konten mereka termasuk dalam kategori ini, dan kami juga akan menggunakan pembelajaran mesin untuk menemukan video yang dengan jelas menargetkan audiens muda, misalnya yang memiliki penekanan pada karakter anak-anak, tema, mainan, atau game,” papar Susan.

Dan untuk mengoptimalkan upaya ini, Youtube akan terus mengampanyekan produk mereka itu kepada banyak orang khususnya para orang tua agar memperhatikan tayangan anak-anak mereka melalui Youtube yakni menggunakan Youtube Kids untuk buah hati mereka. Kontrol ini akan membantu bahwa distribusi konten untuk anak-anak benar-benar tercapai.

“Kami terus menyarankan orang tua menggunakan YouTube Kids jika mereka berencana untuk mengizinkan anak-anak di bawah (usia) 13 tahun menonton secara mandiri. Puluhan juta orang menggunakan YouTube Kids setiap minggu tetapi kami ingin lebih banyak lagi orang tua yang mengetahui aplikasi dan manfaatnya,” tandasnya.

[NOE]