Maman Imanulhaq Tegaskan Jokowi dan Prabowo di MRT Hanya Simbol Persatuan

Budi Gunawan
Tampak Kepala BIN Budi Gunawan bersama Pramono Anung di pertemuan Jokowi dan Prabowo. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews – Asumsi bahwa pertemuan antara Prabowo Subianto dengan Joko Widodo di MRT dan FX Sudirman pekan lalu sebagai bagian dari deal politik tertentu tampaknya masih terus bergulir. Kondisi ini juga terlihat dengan masih marahnya sebagian pendukung Prabowo yang tidak terima jagoannya di Pilpres 2019 membangun rekonsiliasi dan kesepakatan politik tertentu dengan Presiden terpilih.

Menyikapi itu, dewan syura DPP PKB, Maman Imanulhaq menilai pertemuan dua tokoh tersebut hanya simbolis bahwa keduanya tetap pada satu rel yang sama yakni menjaga konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila.

Bacaan Lainnya

Tapi meski berjalan pada rel yang sama, kata Maman, antara Jokowi dengan Prabowo cukup berada pada gerbongnya masing-masing.

“Jadi pesan di MRT itu adalah semacam pesan simbolik Jokowi bahwa kita satu rel menjaga konstitusi NKRI, Pancasila,” kata Maman dalam diskusi Polemik MNC Trijaya Network dengan tajuk Ngebut Munas Parpol Jelang Kabinet Baru, di d’Consulate Resto, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7/2019).

Meskipun sudah satu rel antara Jokowi dan Prabowo dalam bingkai merajut kebangsaan, Maman menyatakan jika keduanya tetap berada di gerbong yang berbeda.

“Gerbong kita tetap berbeda. Ada gerbong di eksekutif ada gerbong di oposisi,” terangnya.

Sementara itu untuk menjawab bahwa ada hipotesa bahwa Jokowi sebaiknya menarik partai oposisi untuk bermitra dalam koalisi pendukung Jokowi-Maruf di Kabinet, Maman tak ingin memberikan respon.

Namun Maman hanya menyampaikan bahwa koalisi partai politik di jajaran koalisi Joko Widodo dan Kiyai Maruf Amin tak butuh gerbong besar, apalagi mengakomodasi oposisi masuk ke dalam gerbong pemerintah.

“Karena sebetulnya kita tidak butuh gerbong besar bareng-bareng, tapi yang betul-betul satu rel dengan gerbong yang berbeda,” jelasnya.

[SOS]