Inisiatifnews – Instalasi bambu yang sempat menghiasi kawasan Bundaran HI Jakarta hari ini sudah dibongkar oleh Suku Dinas Kehutanan DKI Jakarta. Pasalnya, bambu yang menjadi salah satu icon kesenian di awal Anies Baswedan menjabat sebagai Gubernur DKI tersebut sudah keropos dan membahayakan masyarakat.
“Bambu ini kan mungkin sudah lama jadi dia merosot. Memang dari kemarin sudah jatuh-jatuh,” kata Kepala Bidang Pertamanan Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Fajar Sauri, Kamis (18/7/2019) dini hari.
Apalagi instalasi seni bambu tersebut juga sering dijadikan objek swafoto masyarakat khususnya mereka yang menjadi pengunjung kegiatan Car Free Day (CFD) setiap hari Minggu. Fajar mengatakan bahwa akan sangat membahayakan ketika ada masyarakat yang tengah asyik berfoto ria ternyata ada bambu yang menjatuhi mereka karena sudah termakan usia.
“Ini sudah pada jatuh kemarin, membahayakan. Khawatir lagi car free day takut yang dekat sini pada selfie, tahu-tahu ada bambu jatuh,” ujarnya.
Setelah dibongkar, Fajar juga belum bisa menjelaskan akan dibangun dengan taman apa, hanya ia menyebut akan mencari perusahaan yang bersedia membangun taman di lahan bekas instalasi bambu tersebut.
“Jadi nanti ditata ulang jadi taman lagi. Nanti mungkin dicari CSR (Corporate Social Responsibility -red) lagi, siapa yang mau,” terangnya.
Beberapa petugas dari Dinas Kehutanan DKI Jakarta mengangkut bekas seni bambu itu dengan truk mereka. Fajar menyebutkan jika bambu bekas itu akan dibuang ke beberapa lokasi tempat pembuangan sampah.
“Ada yang dibawa ke KS Tubun, ada ke Serengseng. Ke tempat pembuangan sampah,” imbuhnya.
Perlu diketahui bahwa seni bambu yang terpasang di depan Hotel Pullman itu pernah diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Salah satu kebanggan karya seni bambu tersebut kata Anies adalah sangat ramah lingkungan karena dapat mudah didaur ulang.
“Ya keunggulan bambu adalah biodegradable. Sehingga otomatis didaur ulang alam,” kata Anies di Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (16/8/2018) lalu.
Karya seni instalasi bambu tersebut merupakan karya dari Joko Avianto. Dan Joko membutuhkan sebanyak 11 ribu batang bambu dengan 10 orang pekerja yang membantunya. Sayangnya, instalasi bambu tersebut mamang hanya bertahan sekitar 6 bulan sampai 1 tahun saja.
Menurut Anies saat itu, semua biaya proyek karya seni bambu tersebut ditanggung oleh konsorsium dengan jumlah 10 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta. Dan harga dari proyek karya seni tersebut juga bukan angka yang sedikit.
“(Biayanya dari) Konsorsium sekitar 10 BUMD, anggarannya sekitar Rp550 jutaan,” pungkas Anies.
[RED]
