Inisiatifnews – Presiden PT Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata mengatakan bahwa arahan dari Presiden Joko Widodo tentang revolusi industri 4.0 akan diikutinya. Bahkan ia menilai jika arahan tersebut merupakan wacana kekinian di tengah maraknya industri digital dunia.
“Saya rasa itu arahan yang sangat baik dan Grab akan support itu untuk Indonesia kemajuannya,” kata Ridzki di Jakarta, Rabu (17/7/2019).
Menurutnya, dukungan tersebut bukan hanya teknologi dan layanan masyarakat saja, tapi bisa membantu dalam human skill di Indonesia.
“Sehingga siap jadi pesaing global,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, pada 2018 Grab berkontribusi lebih dari Rp8,9 triliun bagi Indonesia. Maka, ke depannya, Grab dengan arahan pemerintahan Jokowi akan lebih besar lagi kontribusinya.
“Untuk ke depannya kita harapkan dan yakin (kontribusi Grab) akan lebih besar lagi,” ujarnya.
Perlu diketahui, bahwa Presiden Jokowi menyebutkan ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat cepat, bahkan mahacepat. Salah satunya adalah perkembangan revolusi industri 4.0 yang membuat teknologi informasi semakin cepat berkembang dan bersaing di pasar global.
“Revolusi industri 4.0 telah melahirkan banyak teknologi baru. Teknologi yang mengubah cara-cara hidup masyarakat dunia,” kata Jokowi saat melantik ratusan perwira remaja TNI dan Polri hari ini di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (16/7).
Tak hanya itu, Jokowi juga menyebutkan media sosial telah mengubah cara kita berkomunikasi dan berinteraksi.
“Ada baiknya, tapi banyak juga risiko-risikonya,” kata Jokowi yang didampingi oleh istrinya, Iriana.
Lebih jauh Jokowi mencontohkan advanced robotic dan artificial intelligence telah mempermudah dalam banyak hal, termasuk di dunia militer dan polisi. Meski begitu, kemajuan zaman juga menimbulkan jenis kejahatan-kejahatan baru yang menjadi tantangan bersama.
“Revolusi industri 4.0 membawa perubahan ribuan kali lebih cepat dibandingkan dengan revolusi industri sebelumnya. Dunia sekarang ini penuh dengan disrupsi, penuh perubahan, penuh risiko-risiko,” ujar Jokowi.
Dunia yang semakin kompleks dan penuh dengan kejutan-kejutan, menurut Jokowi, sering jauh dari kalkulasi pemerintah.
“Sekali lagi kecepatan, kompleksitas, dan ketidakterdugaan adalah ciri baru dari dunia internasional yang berlangsung berubah saat ini,” kata Jokowi.
[RED]
