Inisiatifnews – Caleg Partai Amanat Nasional (PAN) Nurdiati Akma memimpin aksi unjuk rasa kaum emak-emak di depan rumah Prabowo Subianto di Jl Kertanegara Nomor IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Dalam aksinya, massa meneriakkan penolakannya terhadap rencana rekonsiliasi antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo pasca Pemilu 2019 usai.
“Rekonsiliasi artinya kita menerima bergabung, lalu menghilangkan sejarah lama yang tak bisa hilang dari dada kami,” kata Nurdiati Akma dalam orasinya, Jumat (5/7/2019).
Ketua Umum Perkumpulan Ustadzah Peduli Negeri (UPN) tersebut menilai bahwa Pemilu 2019 masih penuh dengan kecurangan.
“Bagaimana kecurangan yang begitu masif, begitu terstruktur, kasat mata, mereka bisa lihat tapi mereka abaikan,” ujarnya.
Bagi Nurdiati Akma, jika sampai Prabowo Subianto melakukan rekonsiliasi dengan Jokowi, maka sama halnya Prabowo bersedia berkompromi dengan kecurangan.
“Kami merasakan rekonsiliasi ini terminologi kompromi. Sedangkan kami tak bisa kompromi,” tegasnya.
Aksi tersebut, mereka juga membentang beberapa spanduk sikap mereka, salah satunya adalah dengan meminta Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno tetap berada di barisan oposisi dengan pemerintahan terpilih.
“Jangan khianati hati nurani sendiri, Prabowo Sandi jadilah oposisi,” tulis mereka dalam spanduk.
Perlu diketahui, bahwa dalam aksi yang digelar usai waktu sholat Jumat itu tidak dihadiri oleh Prabowo Subianto. Bahkan Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu kabarnya berada di rumahnya di Hambalang, bukan di Kertanegara.
[SOS]
