Faizal Assegaf: Jokowi Urus Agenda Strategis, Rekonsiliasi Biar Kiyai Maruf Saja

Faizal Assegaf
Ketua Progres 98, Faizal Assegaf.

Inisiatifnews – Ketua Progres 98, Faizal Assegaf menilai bahwa Joko Widodo lebih ideal jika menaruh fokusnya terhadap bagaimana menangani agenda-agenda strategis pembangunan di pemerintahan periode keduanya.

“Idealnya Presiden terpilih Jokowi lebih fokus pada agenda-agenda strategis pembangunan,” kata Faizal, Minggu (30/6/2019).

Bacaan Lainnya

Sementara urusan rekonsiliasi dengan pihak oposisi termasuk dengan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno sekalipun, eks aktivis 1998 itu menilai biarlah itu menjadi domain KH Maruf Amin saja.

“Terkait upaya rekonsiliasi sebaiknya ditangani oleh Wapres KH Maruf Amin,” ujarnya.

Apalagi menurutnya, tujuan utama Kiyai Maruf ditunjuk adalah bagaimana mempererat persatuan dan meredam kelompok yang sebelumnya “doyan” dengan politik identitas itu.

“Terlebih pak Maruf dipilih pak Jokowi karena tujuannya membuka jalan islah dengan kubu oposisi yang kental dengan politik identitas,” imbuhnya.

Perlu diketahui bahwa seruan agar Joko Widodo melakukan rekonsiliasi dengan Prabowo maupun Sandi semakin kencang, apalagi pasca majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh gugatan pemohon dari tim kuasa hukum Prabowo-Sandi. Yang artinya memutuskan upaya keduanya untuk berkesempatan menang dalam kontestasi Pilpres 2019.

Bahkan terkait dengan rekonsiliasi itu pun, dalam pidatonya pasca sidang pleno terbuka penetapan Presiden dan Wakil Presiden terpilih di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Joko Widodo mengharapkan agar Prabowo dan Sandi bersedia ikut bersama-sama pemerintahannya kelak membangun bangsa dan negara lebih laik lagi.

“Saya ajak pak Prabowo Subianto dan pak Sandiaga Salahuddin Uno untuk bersama-sama membangun negara ini,” kata Jokowi dalam pidatonya usai sidang pleno terbuka di KPU, Minggu (30/6).

Ajakan itu diyakini Jokowi akan mendapatkan respon positif dari Prabowo maupun Sandiaga. Hal ini lantaran mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai bahwa sahabat politiknya di Partai Gerindra itu adalah orang-orang patriot.

“Saya yakin beliau adalah patriot yang ingin negara kita semakin kuat, semakin maju, adil dan makmur,” ujarnya.

[NOE]