Inisiatifnews – Jumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia bertambah. Hingga malam ini, tercatat sudah sebanyak 424 petugas KPPS yang meninggal dunia.
Sekjen KPU Arif Rahmat Hakim menjelaskan, jumlah data tersebut masuk per pukul 19.00 WIB. Sementara jumlah petugas KPPS yang sakit juga bertambah menjadi 3.668 orang, sehingga totalnya petugas yang sakit dan meninggal dunia 4.092 orang.
Sedangkan dalam catatan terakhir Bawaslu, jumlah anggota Panwaslu yang meninggal saat bertugas dalam Pemilu 2019 sebanyak 72 orang dan anggota Polri yang meninggal sebanyak 22 orang.
Ketua KPU RI Arief Budiman menargetkan menyelesaikan pemberian santunan kepada seluruh korban petugas KPPS kelar sebelum 22 Mei 2019. “Secepatnya, pokoknya KPU Ingin secepatnya jangan sampai nanti Pemilu sudah tuntas santunannya belum. Segera diberikan kalau bisa jauh sebelum tanggal 22 Mei,” ujar Arief saat mengunjungi keluarga korban, di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, kemarin.
Arief menyerahkan santunan uang tunai masing-masing sebesar 36 juta pada 2 keluarga korban di Jakarta Barat. Proses verifikasi korban meninggal dunia maupun korban sakit telah dilakukan KPU kota atau kabupaten. Sementara ini, pihaknya masih mengumpulkan data administrasi terkait korban dan ahli waris, serta SK sebagai petugas penyelenggara pemilu 2019.
Menanggapi jumlah korban yang terlampau banyak ini, Ketua Dewan Pembina Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie (Ical) menyatakan, pemerintah tak bisa mengabaikan peristiwa ini. Bahkan Ical menyebut, meninggalnya ratusan anggota KPPS ini sebagai tragedi nasional. “Ini jumlah korban jiwa yang sangat banyak. Ini tidak bisa didiamkan dan merupakan tragedi nasional,” kicau Ical lewat akun Twitter-nya @aburizakbakrie.
Ical mengusulkan pemerintah membentuk tim khusus untuk menyelidiki penyebab begitu banyak anggota KPPS dan petugas lain yang meninggal dan sakit. Tim terdiri dari para dokter dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kementerian Kesehatan serta aparat penegak hukum. “Tanpa adanya penanganan dan jawaban yang serius atas tragedi ini, maka akan menimbulkan berbagai macam isu di masyarakat. Karena itu sekali lagi kami mengharap dengan sangat agar pemerintah serius menangani masalah ini,” nilainya.
Ical, atas nama Dewan Pembina Golkar mengucapkan duka cita dan empati mendalam pada anggota KPPS yang meninggal dunia dan simpati terhadap keluarganya. “Semoga pahlawan demokrasi ini husnul khotimah dan mendapatkan terbaik di sisi Allah SWT. Amin,” cuitnya.
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai ada hal yang tidak wajar dari kejadian ini. “Saya kira itu juga salah satu hal yang sangat aneh. Kenapa kok banyak petugas yang meninggal di dalam proses ini? Apa betul karena kelelahan? Atau ada faktor-faktor lain? Atau ada tekanan? Atau ada yang lain? Ya karena ini berseliweran juga informasi di masyarakat,” ujar Fadli di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, kemarin.
Fadli juga mendesak perlu dilakukan penyelidikan. Dia menilai penyebab ratusan petugas KPPS meninggal dan sakit bukan sekadar kelelahan.”Saya kira harus ada penyelidikan terhadap ratusan orang yang meninggalnya hampir 400 kalau tidak salah, dan juga jumlah orang yang sakit. Saya kira ini bukan hanya sekadar faktor kelelahan ya. Banyak orang yang pekerjaannya lebih lelah. Yang dulu bahkan ada kerja paksa segala macam, itu ada orang nggak sebanyak ini,” urainya. (FMV)
