Inisiatifnews – Hari-hari ini, media sosial dan dunia nyata riuh rendah dengan ribut-ribut soal hasil pemilu, terutama terkait pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Masing-masing kubu mengklaim kemenangan. Masing-masing pendukung juga mengaku punya bukti kecurangan selama proses pemungutan suara hingga perhitungan hasil pilpres.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Mahfud MD mempersilakan publik ribut soal ini. Hanya saja, diingatkannya, perhitungan manual Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menunjukkan semuanya. Saat hitung manual secara nasional inilah “pertarungan” sebenarnya terjadi.
“Kalau tak cape, silakan ribut-ribut tentang proses dan hasil pemilu sampai saat ini. Tapi pada saatnya nanti, sekitar 22 Mei, saat hitung manual secara nasional dilakukan, akan ketahuan ada kecurangan atau tidak dan siapa yang berbuat curang. Ingat, form C1 dibuat rangkap 6, masing-masing punya yang sama,” kicau Mahfud MD lewat akunnya @mohmahfudmd Minggu (21/04/2019) malam.
Baru sejam-an berkicau, postingan Mahfud MD sudah disukai tiga ribu netizen lebih dan diretweet ribuan warganet lainnya. Ratusan komentar membanjiri kicauan eks Menteri Pertahanan era Presiden Gus Dur ini.
Akun @altarcahaya setuju dengan pendapat Mahfud MD. “Sip. Setuju Prof. Hanya orang-orang aneh yang debat kusir sebelum penghitungan dari penyelenggara pemilu, dalam hal ini KPU penyelengaranya belum selesai menghitung secara manual,” kicaunya disetujui oleh @adisatya. “Tuh seperti kata prof @mohmahfudmd , C1 dibuat rangkap 6, masing-masing punya. Belum warga di sekitar yang pasti foto, upload seperti saya. Mau curangnya gimana coba? Apa iya mau saya edit? Begitu diedit, kemungkinan untuk ketahuan gedhe. Belum dengan adanya pembanding,” kicaunya.
Berbeda, akun @ihwanjg mengaku tak akan capek. “Pada saatnya nanti saya pun akan hormat terhadap keputusan @KPU_ID sesuai hasil hitung manual. Namun saat ini kami tidak akan capek untuk mengawal tahapan-tahapan proses ke arah sana. Bukankah makin besar partisipasi masyarakat, makin berkualitas demokrasi itu. Salam Prof,” tulis netizen ini.
Sementara @RobyHusin2 menilai, ada sisi positifnya juga ribut-ribut soal ini. “Ini bentuk antusiasme masyarakat dengan pemilu 2019 ini, soal perhitungan suara itu hanya sebagian dari rangkaian proses yang lagi jadi sorotan selain proses pencoblosan juga proses lainnya. Pendukung kedua kubu sama-sama ingin proses ini lancar, jujur juga adil. Salam hormat untuk Prof.”
Ada yang masih kebingungan dengan jumlah rangkap enam form C1, yakni netizen pemilik akun @RockyAlvarez10. “Rangkap 6 itu untuk siapa aja ya Prof. Banyak amat,” tanya dia dijawab langsung oleh Mahfud MD. “Untuk saksi masing-masing kandidat, untuk pengawas, untuk KPU sendiri, untuk ditempel di area TPS. Yang ditempel di TPS banyak yang dicuri tapi yang lain kan masih ada. Itu yang nanti diadu saat perhitungan manual. C1 itu untuk Pileg malah bisa 18 rangkap, sesuai dengan jumlah parpol yang ikut Pileg,” jawab Ketua Dewan Pembina MMD Initiative ini. (FMB)
