Inisiatifnews – Aktivis 98 yang tergabung dalam Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) menyayangkan ancaman people power yang diwacanakan oleh politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.
Hal ini disampaikan oleh Sekjen JARI 98 Ferry Supriyadi yang menilai, bahwa Amien bukanlah sosok negarawan dengan melakukan wacana inkonstitusional itu, melainkan justru sebagai biang onar yang hanya ingin memuaskan syahwat politiknya.
“Amien tidak layak sebagai figur yang ditokohkan. Bangsa ini harus maju kedepan,” kata Ferry dalam diskusi publik bertema “Kalah Pemilu, Mungkinkah Ancaman People Power Masih Ngefek ?” di Apollo Cafe, Hotel Ibis Budget Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/4/2019).
Pihaknya menyayangkan dengan kelakuan elite politik yang kerap membuat masyarakat marah, sehingga berpotensi membuat konflik horizontal. Hal seperti ini sudah terbukti pada kasus Ratna Sarumpaet terjadi mereka lepas tangan.
Maka dari itu, Ferry pun menilai meskipun narasi ancaman people power itu diserukan terus oleh Amien Rais, tidak akan banyak efek yang akan terjadi.
“Tapi kami yakin ancaman Amien tak ada efeknya. Amien kerap menelikung diakhir jalan,” tuturnya.
Di tempat yang sama, relawan Jokowi Kanjeng Pangeran Norman mengingatkan kepada Amien Rais supaya taubat, sebab tokoh Muhammadiyah itu sedang tidak sadar jika sedang dinanfaatkan oleh kelompok yang sakit hati.
“Kita harus tetap waspada. Kasihan Amien cuma jadi korban,” ucap Norman lagi.
Sementara itu, Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Ade Irfan Pulungan melihat sebagai masyarakat justru termakan omongan Amien Rais.
“Banyak juga orang yang mengikuti pemikiran dia. Pemikiran dia saat ini tidak tepat itu ajakan keanehan karena kondisinya tidak tepat. Negara kita aman-aman saja,” beber Irfan Pulungan.
Kata Irfan, ancaman people power jika ada terjaei kecurangan di Pilpres 2019 dinilai lucu. Padahal, kata Irfan, justru terbalik siapa yang melakukan kecurangan. Seperti kasus hoaks yang terjadi, ini kan salah satu potential pelanggaran kecurangan.
“Logikanya jangan di balik meskipun yang dilawan petahana. Kami berupaya untuk taat kepada aturan main,” sebutnya lagi.
Dia menduga ada skenario besar dibalik upaya pelemahan penyelenggara Pemilu. Kata dia, ada doktrin untuk menggiring opini publik sehingga berasumsi kemanangan terjadi karena curang.
“Kita harus memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat,” tambah dia.
Barisan Anti Teror Front (BAFT) Mahasiswa se Jakarta menilai seruan yang menuai polemik ditengah-tengah masyarakat itu justru menjadi teror untuk menakut-nakuti masyarakat dan membuat tensi politik semakin mendidih. Seharusnya, kata Ketua BAFT Mahasiswa se Jakarta Ibrahim, Amien Rais bisa bersikap secara bijaksana agar pesta demokrasi ini bisa berlangsung aman, damai dan berkomitmen siap menang dan siap kalah.
“Gagasan dan ancaman Amien Rais justru menimbulkan keresahan lantaran tidak siap kalah dan tidak mau mengikuti mekanisme konstitusional,” terang Ibrahim.
“Awas memercik air didulang terkena muka sendiri. Masyarakat yang berbudaya timur akan acuh terhadap mereka-mereka yang bicara kasar, fitnah maupun hoaks. Jadi jangan bermanuver seolah-olah menyalahkan penyelenggara Pemilu. Padahal yang melakukan kecurangan itu dilakukan siapa ? Potensi kecurangan itu ada hoaks dan mereka yang mainkan yaitu Ratna Sarumpaet, 7 kontainer surat suara, lanjut hoaks emak-emak,” beber Ibrahim lagi.
Lebih parahnya, kata Ibrahim, lontaran berupa ancaman people power malah berpotensi memecah belah sesama anak bangsa.
“Jadi berbuatlah bijak untuk negeri ini. Jika mau menang maka menanglah dengan terhormat, bukan dengan hoaks dan fitnah,” pungkasnya.
