Merasa Hanya Jadi Komoditas Politik, Anggota KSPI Dukung Jokowi-Maruf

Serikat Pekerja Nasional
DPP SPN deklarasikan diri mendukung Jokowi-Maruf di Pilpres 2019. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews – Ketua Umum DPP Serikat Pekerja Nasional (SPN), Djoko Heriyono menegaskan bahwa bergesernya dukungan politik organisasinya itu dari Prabowo-Sandi ke Jokowi-Maruf lantaran selalu dijadikan alat komoditas politik semata.

“SPN merasa hanya dijadikan komoditas politik semata tanpa mempertimbangkan realitas dan nilai-nilai perjuangan buruh, yang kemudian membuat kedaulatan federasi menjadi tergerus,” kata Djoko ketika menggelar deklarasi dukungan di Media Center TKN Jokowi-Maruf, Jl. Cemara Nomor 19, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (4/4/2019).

Bacaan Lainnya

Kemudian mereka juga menilai bahwa sejauh ini justru Capres petahana yakni Joko Widodo lebih mementingkan peran buruh. Dimana Capres nomor urut 01 tersebut juga dinilai memiliki visi yang lebih pro buruh dan berkomitmen meletakkan pondasi pembangunan nasional melalui penguatan sumber daya manusia, termasuk kualitas pekerja.

Maka dari itu, Djoko pun menegaskan bahwa pihaknya lebih memilih mendukung Jokowi-Maruf dalam Pilpres 2019 dibandingkan harus mendukung Prabowo-Sandi. Sekaligus juga dikatakan Djoko untuk menjaga agar marwah SPN sebagai serikat buruh tetap terjaga.

“Sebagai bentuk penolakan terhadap hegemoni dan politisasi dan sekaligus untuk menyelamatkan marwah dan kedaulatan federasi dan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada anggota SPN, maka kami mengalihkan dukungan kepada pasangan 01 Joko Widodo – Maruf Amin,” tegasnya.

Selain itu, dukungan SPN kepada Jokowi-Maruf itu ditegaskan Djoko agar Capres Jokowi dan Cawapres Maruf Amien juga lebih memperhatikan nasib buruh di kemudian hari. Khususnya dalam ikut berpartisipasi dalam agenda pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah pusat.

“Kami percaya akan lebih mampu menjadi penyambung kepentingan kaum buruh untuk mewujudkan kesejahteraan warga negara dan keadilan sosial,” tuturnya.

Perlu diketahui, bahwa SPN adalah organisasi serikat buruh yang berada di bawah naungan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pimpinan Said Iqbal. Posisi tawar SPN sendiri sebetulnya cukup menguntungkan petahana ketika interuksi pusat kuat dijalankan oleh seluruh anggota SPN di seluruh Indonesia.

Betapa tidak, dengan anggota 341.868 pekerja di 15 Provinsi, SPN diklaim sebagai serikat pekerja yang menjadi anggota KSPI terbanyak.

[NOE]

Temukan kami di Google News.