Mahfud MD : Pendukung Capres-cawapres Jangan Saling Ejek

Inisiatifnews – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Mahfud MD mengajak para pendukung pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) tidak saling ejek selama Pilpres. Mahfud melihat, sebenarnya kedua paslon tidak saling ejek. Akan tetapi selama ini, aksi saling ledek justru dilakukan para pendukungnya.

Hal tersebut diungkapkan Mahfud yang juga penggagas Gerakan Suluh Kebangsaan dalam Sarasehan Kebangsaan yang berlangsung di Hotel Golden Palace Lombok, Mataram, NTB, Selasa (12/2).

Bacaan Lainnya

“Saya tak melihat kedua pasangan saling ejek. Yang saling ejek kan para pendukungnya, kita imbau pendukung jangan bikin hoaks dan jangan memancing pertengkaran. Sebab, kedua pasangan ini dalam catatan saya dan kita semua, tidak ada yang saling ejek,” ujar Mahfud dalam acara sarasehan yang dihadiri sekitar 200 tokoh masyarakat dari berbagai kalangan tersebut.

Mahfud mewanti-wanti masyarakat tidak memakai politik identitas dalam pemilihan umum untuk bertengkar. Memang, masyarakat boleh dan sah saja memilih seseorang karena kesamaan agama dan suku. Namun yang perlu diingat, janganlah menjadikan identitas tersebut untuk memicu konflik.

“Kita memilih berdasarkan suku, agama dan kesamaan lain, boleh saja. Tapi jangan menjadi konflik. begitu selesai kita bersatu lagi. Setelah pemilihan, harus rukun,” imbau Mahfud.

Ditegaskannya, pilihan boleh beda dalam pemilu, tapi janganlah perbedaan menjadi pecah tercerai berai sebagai keluarga, sebagai bangsa dan negara. Dia menganalogikan dengan budaya Nusantara yakni budaya bahari. Bagaimana pun besarnya ombak, akan tetap tenang dan indah.

Di luar itu, Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini juga berharap, tingkat partisipasi dalam pemilu kali ini meningkat. Berdasarkan hasil survei, terang dia, tingkat golput dari 20 persen saat ini diprediksi akan turun menjadi 14 persen.

“Golput sebaiknya tidak dilakukan. Pilih saja mana yang lebih baik karena dalam demokrasi tidak akan ada calon pemimpin yang ideal. Yang ada adalah yang relatif lebih baik dibandingkan yang lain,” saran Mahfud. (FMB)

Temukan kami di Google News.