Jakarta Banjir, Andi Arief Salahkan BMKG

Andi Arief
Wasekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief.

Inisiatifnews – Wasekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief mempertanyakan kinerja Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait dengan musibah banjir di DKI Jakarta dan kawasan penyanggahnya.

Menurut Andi Arief, seharusnya informasi dini terkait dengan kalkulasi curah hujan bisa disampaikan lebih dini kepada pemerintah maupun masyarakat agar langkah antisipatif bisa dilakukan lebih awal.

Bacaan Lainnya

“Banjir Jakarta ini yang perlu dipertanyakan adalah BMKG. Harusnya dengan kecangggihan peralatan dan metode dan mempertimbangkan siklus, bisa menghitung potensi curah hujan,” kata Andi Arief, Rabu (1/1/2020).

“Pemda DKI tak mungkin bisa menghitung air. Harusnya sistem berjalan dan masyarakat dipersiapkan,” imbuhnya.

Jika seandainya BMKG bisa menyajikan kajian ilmiah yang baik tentang potensi curah hujan yang tinggi kepada pemerintah daerah misalnya, maka bencana banjir seheboh hari ini tidak akan jatuh korban jiwa.

“Letusan gunung api, badai dan banjir karena curah hujan sudah bisa diprediksi dengan teknologi dan metode dan keahlian,” ujarnya.

Bagi Andi Arief, normalisasi sungai di Jakarta khususnya Ciliwung bisa membantu mengantisipasi banjir melanda Jakarta di kemudian hari. Namun di sisi lain persiapan matang dari lembaga terkait yakni BMKG dan pemerintah daerah sebagai eksekutor dan pengetahuan masyarakat secara dini juga tak kalah penting.

“Jakarta akan tetap banjir, karena morfologinya menurut ahli geologi ditakdirkan wilayah banjir. Tapi banjirnya ya gini-gini aja, cuma kali ini korbannya harta benda termaauk mobil” pungkasnya.

“Jalan keluar bisa bantu normalisasi, tapi paling penting siapkan masyaraakat, BMKG dan Pemda kuncinya,” tutup Andi Arief. []

Temukan kami di Google News.