Nama Calon Menteri Tak Usah Diumbar, Pengamat Jelaskan Dampak Buruknya

karyono wibowo
Direktur eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo. [foto : Istimewa]

Inisiatifnews – Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai bahwa persoalan nama-nama calon Menteri yang akan membantu kinerja Jokowi di periode kedua tak perlu dihebohkan. Baginya, itu sudah menjadi domain dari Joko Widodo sebagai Presiden terpilih untuk menunjuk siapa sosok yang dianggap paling pantas membantunya dalam Kabinet Indonesia Kerja periode kedua itu nanti.

“Terkait dengan nama-nama calon menteri yang sudah mulai masuk di kantong Jokowi, menurut saya tidak ada keharusan untuk mengumumkan nama-nama tersebut sebelum pengumuman Susunan Kabinet secara resmi,” kata Karyono dalam siaran persnya, Rabu (7/8/2019).

Bacaan Lainnya

Karyono pun menilai bahwa membuka nama-nama calon menteri secara terbuka ke publik adalah murni hak prerogatif Presiden Jokowi. Bahkan apakah akan membuka sebelum waktunya merupakan suatu hal yang boleh dilakukan boleh tidak, karena hal tersebut tidak diatur dalam undang-undang.

Hanya saja Karyono menilai jika nama-nama calon menteri Jokowi dimunculkan saat ini apalagi masih jauh dari waktu pelantikannya sebagai Presiden terpilih hasil Pilpres 2019, akan memberikan dua sisi mata uang yang berbeda. Ada sisi negatif yang seharusnya menjadi tolak ukur.

“Membuka ke publik atau tidak, sama-sama memiliki plus-minus. Di satu sisi, membuka nama calon menteri ke publik justru bisa memancing polemik yang berkepanjangan dan membuka ruang manuver politik bagi pihak-pihak yang berkepentingan,” ujarnya.

Pun demikian, ada sisi positif yang juga bisa berdampak jika nama-nama calon menteri Jokowi dibuka kepada publik. Yakni uji publik apakah sosok tersebut memang benar-benar memenuhi kualifikasi sebagai Menteri atau tidak.

“Tapi di sisi lain bermanfaat sebagai bagian dari uji publik unfuk mendapatkan masukan tentang rekam jejak calon menteri versi masyarakat agar tidak memilih kucing dalam karung,” jelas Karyono.

“Namun, di sisi lain, penilaian publik tentu saja akan berbeda-beda dalam menilai calon menteri,” imbuhnya.

[]

Temukan kami di Google News.