Potret Kerukunan Beragama, Polisi & Warga Papua Jaga Salat Tarawih

Inisiatifnews – Polisi di Papua dan masyarakatnya yang beragama nasrani menjaga umat muslim salat tarawih pada bulan Ramadhan 1440 H ini. Salah satunya dilakukan oleh Kepolisian Resor (Polres) Tolikara yang menjaga keamanan jalannya salat Isya dan tarawih yang digelar di Masjid setempat sejak awal puasa lalu.

Sebanyak 10 personel ditugaskan untuk pengamanan masing-masing masjid. “Ada 10 personel yang diterjunkan,” kata Kapolres Tolikara AKBP Leonard Akobiarek, Rabu (08/05/2019).

Bacaan Lainnya

Selain personel, Kapolres juga mengungkapkan, ada personel yang bertugas mobile dan berpatroli di Karubaga, Ibu Kota Kabupaten Tolikara. “Ini akan akan dilaksanakan hingga hari H perayaan Idul Fitri. Ada pos keamanan, dekat dengan Koramil Karubaga,” tandasnya.

Berkaitan dengan bulan Ramadhan, Kapolres Tolikara mengimbau warga menjaga kerukunan antar umat beragama. Terutama, untuk mendukung situasi yang Kamtibmas yang telah terjaga dengan baik selama ini.

Sementara itu, puluhan pemuda di Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua, ikut membantu tugas kepolisian mengamankan salat tarawih yang dilakukan umat muslim di sejumlah masjid sejak awal Ramadhan Minggu (05/05/2019) lalu.

Hebatnya, para pemuda ini berasal dari Mudika Gereja Katolik Mapurujaya, Persekutuan Angkatan Muda GKI Solafide Mapurujaya, dan Karang Taruna Mapurujaya. Sebagian besatr masjid diamankan oleh mereka agar umat muslim dapat melaksanakan shalat tarawih secara tenang selama bulan ramadhan. Di antaranya Masjid Jabal Nur di Kampung Kaugapu, Masjid Al Ma’rifat, serta Masjid Pondok Pesantren Darussalam.

Pengamanan Masjid ini dikoordinasikan oleh Kanit Binmas Polsek Mimika Timur Aiptu Lalu Hiskam A. Pejabat sementara Kapolsek Mimika Timur Iptu J Maryen mengatakan, sudah ada 20 lebih pemuda yang dilibatkan mengamankan pelaksanaan shalat tarawih selama bulan Ramadhan ini. “Dalam Ramadhan kali ini pengamanan masjid juga dilakukan pemuda gereja dan karang taruna,” ujarnya.

Keterlibatan pemuda gereja dan Karang Taruna dalam pengamanan ini, kata Iptu Maryen, sebagai bukti nyata bahwa toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Papua sangat terjaga. (FMM)

Temukan kami di Google News.