PPP Siap Berapapun Angka Ambang Batas Parlemen

PPP
Logo Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono menegaskan partainya siap menghadapi berapa pun besaran parliamentary threshold (PT) yang nantinya ditetapkan melalui DPR.

Baginya, PPP telah memiliki pengalaman panjang mengikuti pemilu dalam berbagai sistem dan regulasi, sehingga tidak akan terpengaruh oleh perubahan aturan yang berlaku.

Bacaan Lainnya

“PPP sudah mengikuti pemilu sebanyak 11 kali. Kami pernah mengikuti pemilu dengan sistem terbuka, tertutup, ada parliamentary threshold maupun tidak ada parliamentary threshold. Sebagai partai politik, kami harus siap terhadap apa pun keputusan yang menjadi kesepakatan politik,” tegas Mardiono dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).

Mardiono menyatakan, PPP tidak akan menjadikan besaran ambang batas sebagai alasan untuk mengendurkan semangat perjuangan politik. Menurutnya, setiap partai harus mampu beradaptasi dengan regulasi yang ditetapkan.

“Mau 0 persen, 4 persen kami siap. PPP tidak sendiri dalam sistem demokrasi ini. Apa pun yang sudah disepakati, kami akan siap berjuang,” jelasnya.

Meski demikian, Mardiono berpandangan bahwa kebijakan mengenai ambang batas parlemen tetap harus memperhatikan prinsip keadilan demokrasi. Dia menilai demokrasi seharusnya memberikan ruang representasi bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Tujuan demokrasi adalah mewadahi seluruh lapisan masyarakat untuk mendapatkan hak demokrasinya. Demokrasi tidak boleh dimonopoli oleh kelompok tertentu. Prinsipnya, PPP adalah siap terhadap keputusan apa pun,” tegasnya.

Secara pribadi, Mardiono menilai besaran parliamentary threshold idealnya diturunkan dari angka 4 persen yang berlaku saat ini. Menurutnya, angka 2 hingga 3 persen lebih mencerminkan keseimbangan antara efektivitas sistem kepartaian dan keterwakilan politik.

“Demi membangun demokrasi yang transparan dan akuntabel, parliamentary threshold sebaiknya diturunkan dari 4 persen, misalnya menjadi 2 atau 3 persen. Tetapi kalau 0 persen juga tidak memungkinkan, berapapun siap,” ujar Mardiono. RLS/MF03

Temukan kami di Google News.