Menag: Iduladha Teguhkan Keikhlasan dan Perkuat Kepedulian Sosial

Menag Nasaruddin Umar di Jombang, Jawa Timur, Senin (22/9/2025). Foto: Kemenag

Menteri Agama (Menag) KH. Nasaruddin Umar menyatakan, Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi menjadi pengingat penting memperkuat nilai keikhlasan, kepedulian, serta tanggung jawab sosial di tengah berbagai tantangan kehidupan.

“Di tengah dinamika kehidupan yang kita hadapi bersama, Iduladha mengajak kita untuk kembali meneguhkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial,” ujar Kiai Nasar di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Bacaan Lainnya

Kemenag sebelumnya telah menetapkan 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada 18 Mei 2026 melalui sidang isbat yang digelar pada 17 Mei 2026. Dengan penetapan tersebut, Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah diperingati pada 27 Mei 2026.

Menurut Kiai Nasar, keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menunjukkan bahwa pengorbanan bukan sekadar ritual, melainkan upaya mendahulukan kemaslahatan yang lebih besar bagi masyarakat luas.

“Keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengajarkan bahwa pengorbanan adalah tentang mendahulukan kemaslahatan yang lebih besar. Nilai inilah yang harus kita hadirkan dalam kehidupan berbangsa,” paparnya.

Ia menambahkan, ibadah kurban memiliki dampak sosial yang nyata karena distribusi daging kurban dapat membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendukung pemenuhan gizi keluarga.

“Ibadah kurban bukan hanya simbol, tetapi bentuk konkret kepedulian. Pembagian daging kurban membantu memperkuat ketahanan pangan dan protein keluarga, sekaligus berkontribusi pada pencegahan stunting,” katanya.

Nasaruddin menegaskan semangat berkurban juga menjadi energi untuk memperkuat solidaritas dan gotong royong di tengah masyarakat.

Dikatakaan, semangat berkurban adalah energi kebersamaan. Ia menggerakkan solidaritas, memperkuat gotong royong, dan menghadirkan keadilan sosial. Dari sinilah kita membangun bangsa, dari kepedulian yang sederhana, tetapi berdampak luas.

Dia mengajak masyarakat menjadikan Iduladha sebagai momentum memperluas manfaat ibadah melalui penguatan empati dan kepedulian terhadap sesama.

“Mari jadikan Iduladha sebagai momentum untuk memperluas manfaat, memperkuat empati, dan memastikan bahwa setiap ibadah yang kita lakukan memberi dampak bagi sesama,” ungkap Kiai Nasar. BM03

Temukan kami di Google News.