Dari Perbincangan Mahfud MD dan Yusril Ihza Mahendra, Muncul Jaksa Agung Legendaris Artidjo Alkostar

Dua Guru Besar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra dan Mahfud MD, dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (20/12/2025). Foto: Wahyu Suryana
Dua Guru Besar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra dan Mahfud MD, dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (20/12/2025). Foto: Wahyu Suryana

Dua Guru Besar Hukum Tata Negara, Mahfud MD dan Yusril Ihza Mahendra, mengenang persahabatannya yang sudah terjalin lama. Uniknya, salah satu momen yang teringat yaitu ketika pencarian hakim agung di pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Di periode 2000 itu, Mahfud masih di Yogyakarta. Saat itu, ada ide hakim agung itu tidak boleh hanya hakim karir, harus pula dari profesional dan akademisi dan di media massa disebut pemerintah akan mengusulkan tiga calon dari jalur non-karir.

“Nah, di situ disebut Todung Mulya Lubis, Mahfud MD, dan Trimulja D Suryadi. Habis itu Pak Yusril telepon saya, hebat, telepon dari Jakarta dia ke Yogya, Pak Yusril terima kasih saya senang sekali ini, sudah bau-bau Jakarta, tapi saya kan baru berumur 42 tahun, standarnya harus 50,” kata Mahfud kepada terusterang.id dan ditayangkan dalam Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (20/12/2025).

Dari telepon itu, Yusril baru mengetahui kalau Mahfud ternyata sebaya dengannya, hanya beberapa tahun lebih muda. Dari telepon itu pula, Yusril mendapat masukan dari Mahfud tentang satu sosok di Yogyakarta yang memiliki integritas tinggi.

“Masih jauh sekali, lalu saya ke Pak Yusril, Pak di Yogya itu ada nama bagus, siapa, Artidjo Alkostar, oh iya itu saya tahu, saya yang usul ke Pak Yusril, kalau mau jadi hakim agung ini. Nah, habis itu berproses, berproses, muncul nama Pak Bagir, Pak Muladi, Pak Artidjo, tidak tahulah siapa lagi banyak,” ujar Mahfud.

Perbincangan serupa terjadi ketika secara tiba-tiba Gus Dur meminta Mahfud menjadi Menteri Pertahanan (Menhan). Saat itu, Yusril sudah lebih dulu masuk pemerintahan sebagai Menteri Hukum dan Perundang-undangan, yang sebelumnya Menteri Kehakiman.

“Saya ditelepon lagi Pak Yusril, Pak Mahfud katanya, Anda ditunjuk menjadi Menteri Pertahanan Anda mau tidak katanya, kata Pak Yusril, ya Pak Yusril, Anda mau tidak. Loh, saya ini sudah berbilang iya ke Gus Dur, ya sudah ya, istiqomah ya, kita ketemu di Jakarta kata Pak Yusril. Nah, itu perkenalan dalam pembicaraan Pak Yusril itu seperti sekarang, hampir setiap saat,” kata Mahfud.

Ketika ditanya alasannya teringat nama Mahfud MD ketika Gus Dur membutuhkan hakim agung, Yusril menilai, wawasan pemikiran Mahfud cukup cemerlang. Terutama, untuk mengatasi permasalahan-permasalahan aktual yang dihadapi Indonesia saat itu.

Untuk hakim agung, lanjut Yusril, dia tidak membutuhkan akademisi atau orang-orang yang hanya baik dalam berteori di kampus. Tapi, harus seorang yang bisa memecahkan permasalahan yang nyata, dan itu biasanya hanya dimiliki oleh seorang aktivis.

“Aktivis itu ya mereka menulis, mereka juga terlibat dalam satu pergerakan politik. Beda dengan murni intelektual, dia menulis saja, tapi dia ketika disuruh memimpin dia tidak bisa, itu yang pertama. Yang kedua sebenarnya pikiran-pikiran beliau dengan saya itu tidak banyak beda,” ujar Yusril.

Bicara tentang persahabatannya dengan Mahfud, Yusril mengandaikan hubungan mereka seperti antara seorang sufi dan seorang sufi lain. Karenanya, ia menekankan, mereka sangat tidak canggung untuk beda pendapat, tapi tidak pula saling mendiskreditkan.

Terkait itu, publik sempat heboh saat Mahfud menyebut Yusril sebagai Maha Guru Hukum Tata Negara dalam sebuah sidang di Mahkamah Konstitusi (MK). Sebaliknya, publik pun heboh ketika Yusril memposting momen bersama Mahfud di Instagram.

“Kenapa bisa jadi saling memuji, saling menghormati, kalau ahli fiqh itu biasanya saling bid’ah-membid’ahkan, kalau mutakallimun itu kafir-mengkafirkan, tapi kalau para sufi itu saling memuji-memuji. Jadi, kami tahapnya itu para sufi sebenarnya, bukan lagi fukuman, bukan lagi mutakallimun, saya pikir begitu,” kata Yusril. (WS05)

Temukan kami di Google News.