Awas! Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Kesalahan Menerapkan Pola Diet

(ilustrasi) Karakter pria obesitas yang diperankan Brendan Fraser dalam film The Whale. Foto: Wahyu Suryana
(ilustrasi) Karakter pria obesitas yang diperankan Brendan Fraser dalam film The Whale. Foto: Wahyu Suryana

Dokter spesialis gizi klinis, Inge Permadhi menyampaikan, ada tanda-tanda kesalahan dalam menerapkan pola diet untuk menurunkan berat badan. Tidak hanya malnutrisi, tanda-tanda itu malah dapat berupa penurunan berat badan yang terbilang drastis.

“Pertama, kalau misalnya sangat turun berat badan tapi kemudian tidak berenergi, jadi lebih ke arah ototnya hilang. Jadi, tampak malnutrisi, kurus tapi tidak bagus,” kata Inget, dikutip Selasa (25/11/2025).

Ia memberi gambaran, penurunan berat badan yang drastis atau ekstrem misalnya 3-4 kilogram dalam sepekan. Kondisi ini bisa disertai rasa lelah berlebihan, kulit kering dan kusam, mudah sakit, sering merasa kedinginan, dan gangguan menstruasi.

Inge menyampaikan, kesalahan dalam menerapkan pola diet untuk menurunkan berat badan bisa menyebabkan tubuh terasa lemas karena kekurangan asupan gizi dan asupan cairan. Penerapan pola diet yang salah berpengaruh ke kemampuan metabolisme tubuh.

“Kan lama-lama badan juga mau reserve gitu, menjaga supaya berat badan jangan sampai kondisinya makin jelek, maka dia harus reserve. Reserve itu mempertahankan apa yang masih tersisa, jadi metabolismenya menjadi rendah,” ujar Inge.

Inge mengemukakan pentingnya mengatur konsumsi makanan agar kebutuhan nutrisi utama tubuh tetap terpenuhi selama diet. Sebelum menerapkan pola diet, cari tahu asupan nutrisi yang dibutuhkan guna mencapai berat badan ideal berdasarkan kondisi tubuh.

“Misalnya, berapa banyak sih dia harus makan dalam sehari, telurnya, dagingnya, ikan atau ayamnya, terus nabatinya berapa banyak, itu sayur buahnya berapa banyak. Itu yang harus kita bikin dulu, setelah itu kasih lah olahraganya apa,” kata Inge.

Ia menekankan, penerapan pola diet sebaiknya disesuaikan kondisi tubuh masing-masing, dan dilakukan berdasarkan konsultasi tenaga profesional. Orang yang kegemukan atau kelebihan berat badan sebaiknya berkonsultasi dengan ahli gizi.

Menurut Inge, pengurangan makanan sumber karbohidrat dan lemak sebaiknya dilakukan berdasarkan kondisi tubuh. Tujuannya, tidak lain agar badan kita tidak lemas saat menerapkan pola diet dan olahraga untuk menurunkan berat badan secara benar.

“Dalam menerapkan pola diet untuk menurunkan berat badan, pengurangan konsumsi makanan berlemak dan makanan yang digoreng sebaiknya dilakukan secara bertahap,” ujar Inge. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.