Biaya Fantastis! Sejumlah Janji Zohran Mamdani Berpotensi Tidak Terwujud

Wali Kota New York terpilih, Zohran Mamdani, saat pidato penerimaannya, Rabu (05/11/2025). Foto: Istimewa
Wali Kota New York terpilih, Zohran Mamdani, saat pidato penerimaannya, Rabu (05/11/2025). Foto: Istimewa

Pengamat hubungan internasional UI, Raden Maisa Yudono mengatakan, janji-janji kampanye Wali Kota New York terpilih, Zohran Mamdani, memang yang dibutuhkan publik. Tapi, ia merasa, sejumlah janji sulit untuk terwujud.

“Kita mendukung realistis juga karena apa yang dia ditampilkan memang apa yang dibutuhkan, tapi ini ada kayak, apa ya, bukan lagi benteng ya, ini sudah kayak baja yang kuat banget,” kata Maisa kepada terusterang.id dan ditayangkan dalam program Poker di kanal YouTube Terus Terang Media, Kamis (13/11/2025).

Terlebih, ia menerangkan, dalam janji-janji kampanye Zohran mengaku ingin memperbaiki sistem yang selama ini disepelekan. Misal, biliuner-biliuner yang tidak dikenakan pajak besar karena dirasa sudah memberi sumbangsih.

Bagi Maisa, itu jadi salah satu yang membuat pendukung-pendukung Zohran berusaha realistis. Ia mengingatkan, realisasi janji-janji ini sekaligus akan jadi penilaian penting publik dalam 3 atau 6 bulan setelah dilantik.

Artinya, Zohran perlu mencari solusi untuk alternatif agar janji-janji ini tidak berubah jadi serangan. Menurut Maisa, pajak 2 persen ke orang kaya dan penitipan anak gratis jadi contoh janji yang sulit terwujud.

“Tax 2% sama Universal Child Care, yang buat bayarin daycare, mahal itu, itu butuh berapa kalau tidak salah saya baca 9 miliar dolar per tahun,” ujar Maisa.

Intelektual, Hamid Basyaib berpendapat, dana yang dibutuhkan Zohran untuk mewujudkan janji-janji kampanye mungkin jauh lebih banyak. Sebab, janji terkait transportasi publik saja membutuhkan setidaknya 6 miliar dolar.

Apalagi, ia menekankan, di kota maju seperti New York perhitungan alokasi anggaran publik sudah cukup jelas. Misalnya, APBD New York sebagai kota yang 122 triliun dolar dan kemungkinan anggaran itu sudah terbagi habis.

“Kalau untuk membiayai apa yang dia janjikan selama ini, sudah pasti kurang, sudah ketahuan itu. Tadi, transportasi 6 miliar dolar ini kurang, mungkin yang disediakan 1 miliar dolar saja dari APBD-nya. Universal Child Care tadi lebih mahal lagi dari transportasi,” kata Hamid.

Meski begitu, ia berpendapat, sampai titik tertentu publik New York akan bisa memberi pemakluman. Khususnya, ketika dia bisa menjelaskan dengan cmeyakinkan kalau beberapa program terhambat atau tidak bisa maksimal.

Apalagi, lanjut Hamid, selain kuat di media sosial, Zohran dan timnya benar-benar manpower yang mampu menghimpun sampai 90.000 relawan dengan mengetuk lebih dari 2 juta rumah. Ini diyakini akan memberi pemakluman.

“Dengan barisan pengikut yang begini besar, mungkin kekurangan-kekurangan tadi bisa dimaklumi,” ujar Hamid. (WS05)

Temukan kami di Google News.