Ini Efek Negatif Matikan Motor Matic dengan Turunkan Standar

Sejumlah motor matic baru yang dipajang di salah satu showroom di Kota Tangerang. Foto: Wahyu Suryana
Sejumlah motor matic baru yang dipajang di salah satu showroom di Kota Tangerang. Foto: Wahyu Suryana

Sebagian besar motor hari ini sudah dilengkapi fitur Side Stand Switch pada standar samping. Fungsinya melindungi mesin dan memberi keamanan saat standar samping diturunkan. Sekilas terlihat praktis, namun kebiasaan ini membuat banyak pengendara memilih mesin hanya dengan menurunkan standar, tanpa menekan saklar.

Padahal, kebiasaan itu bisa berisiko membuat aki motor cepat soak atau rusak. Maka itu, memahami dampak buruknya penting bagi pengendara membiasakan mematikan mesin melalui kunci kontak agar komponen motor tetap awet dan terhindar dari kerusakan.

Berikut efek buruk mematikan motor matic dengan standar samping:

1. Busi bisa cepat rusak
Busi merupakan komponen vital pada motor karena berfungsi mengatur proses pembakaran di mesin. Jika terlalu sering mematikan motor matic lewat standar samping, busi bisa cepat mengalami kerusakan.

Hal ini disebabkan adanya penumpukan karbon saat proses pembakaran atau pemanasan mesin berlangsung. Agar tetap awet, sebaiknya matikan mesin melalui kunci kontak dan lakukan pembersihan busi secara rutin.

2. Gangguan pada sistem kelistrikan
Mematikan mesin hanya dengan menurunkan standar samping bisa mempengaruhi sistem kelistrikan motor. Padahal, sistem ini sangat penting karena berkaitan dengan sensor dan saklar pada standar samping.

Jika kebiasaan tersebut dibiarkan, saklar atau sensor bisa cepat aus sehingga meningkatkan risiko kerusakan bahkan kecelakaan. Lebih aman, gunakan kunci kontak untuk mematikan mesin sebelum menurunkan standar.

3. Fungsi ECU (Engine Control Unit) terganggu
ECU merupakan pusat pengendali mesin dan komponen yang memungkinkan motor menyala. Mematikan mesin dengan standar samping membuat kinerja ECU terganggu. Cara terbaik mematikan mesin pakai kunci kontak lebih dulu, baru turunkan standar samping motor.

4. Risiko terjadinya kecelakaan
Menggunakan standar samping sebagai cara mematikan mesin bisa berbahaya. Pasalnya, ada kemungkinan pengendara lupa menaikkannya kembali sebelum berkendara kembali.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan kecelakaan, baik bagi pengendara sendiri maupun orang lain di jalan. Untuk mencegah itu, biasakan memeriksa posisi standar sebelum jalan dan pastikan sensor atau indikator standar samping berfungsi dengan baik.

5. Aki cepat tekor
Walau sekilas terlihat sepele, tapi kebiasaan mematikan mesin lewat standar samping dapat membuat aki lebih cepat soak. Saat motor dimatikan dengan cara ini, aliran listrik tetap menyala meskipun mesin sudah mati.

Bila dibiarkan terlalu lama, aki akan terkuras habis, terutama pada motor yang masih memakai lampu halogen. Berbeda dengan LED yang lebih hemat, penggunaan lampu biasa bisa membuat aki lebih cepat lemah jika sering melakukan kebiasaan itu. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.