Pakai Platform Discord, Gen Z Nepal Pilih Mantan Ketua MA Jadi Perdana Menteri Sementara

(tangkapan layar) Mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Nepal, Sushila Karki, usai dilantik sebagai Perdana Menteri (PM) Nepal sementara, Jumat (14/09/2025). Foto: Wahyu Suryana
(tangkapan layar) Mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Nepal, Sushila Karki, usai dilantik sebagai Perdana Menteri (PM) Nepal sementara, Jumat (14/09/2025). Foto: Wahyu Suryana

Mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Nepal, Sushila Karki, dipilih Gen Z Nepal untuk menjadi Perdana Menteri (PM). Uniknya, mereka menggunakan platform Discord untuk melakukan pemungutan suara secara daring.

Discord merupakan platform komunikasi gratis yang memungkinkan pengguna berinteraksi melalui pesan teks, suara, video, serta berbagi layar. Platform ini biasanya dipakai komunitas dengan minat yang sama.

Sarki sendiri memang dikenal publik Nepal sebagai sosok yang selalu memerangi korupsi, terutama saat memimpin MA. Pada Jumat (12/09/2025), Karki resmi dilantik sebagai PM Nepal di Kantor Kepresidenan Nepal.

Nepal sudah pula mencabut pemberlakuan jam malam yang sebelumnya membatasi gerakan di beberapa kota. Duta Besar Rusia untuk Nepal, Alexei Novikov mengatakan, pencabutan dilakukan usai Karki dilantik.

“Kami informasikan bahwa pembatasan pergerakan sementara di Kathmandu, Lalitpur, dan Bhaktapur telah dicabut. Namun, akses ke beberapa area di Kathmandu kemungkinan masih dilarang. Mohon ikuti arahan otoritas terkait ini,” kata Novikov lewat Telegram, dikutip Minggu (14/09/2025).

Sebelumnya, langkah-langkah pembatasan di Nepal diberlakukan menyusul kerusuhan massal yang melanda Ibu kota Asia Selatan tersebut pada awal pekan. Menewaskan sedikitnya 34 orang dan melukai 1.300 orang lebih.

Kerugian fasilitas umum dan pribadi diperkirakan capai USD 1,4 miliar atau skitar Rp 22,9 triliun. Semua ini dipicu Langkah Pemerintah Nepal memblokir media sosial karena melewati tenggat pendaftaran di Kominfo. (Antara/WS05)

Temukan kami di Google News.