Pramono Anung Ungkap Detik-Detik Pergantian Mahfud ke Ma’ruf sebagai Cawapres di 2019

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, bersama pakar hukum tata negara, Mahfud MD, dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (24/05/2025). Foto: Wahyu Suryana
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, bersama pakar hukum tata negara, Mahfud MD, dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (24/05/2025). Foto: Wahyu Suryana

Gubernur Jakarta yang merupakan politisi senior PDIP, Pramono Anung, mengungkapkan alasan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, kerap memilih Mahfud MD sebagai cawapres yang diusung PDIP. Baik untuk mengikuti kontestasi Pilpres 2019 maupun Pilpres 2024.

Walau bersahabat dekat, Pram mengatakan, dirinya kerap terlibat dalam diskusi-diskusi tentang Mahfud yang Mahfud sendiri sebenarnya tidak tahu, termasuk 2019 dan 2024. Itu dikarenakan Pram selalu jadi penghubung Megawati ke tokoh-tokoh seperti Prabowo, Jokowi, SBY atau JK.

“Dalam pilihan Bu Mega kepada Pak Mahfud di 2024 ini, termasuk di 2019 sebenarnya, itu sebenarnya karena Ibu melihat sosok yang teguh, sosok yang correct, Ibu itu paling senang sama orang yang tidak plenca-plence, tidak berubah-ubah, orang yang selalu firm,” kata Pram dalam program Ruang Sahabat di YouTube Mahfud MD Official, Sabtu (24/05/2025).

Pada 2019, Pram yang terlibat penuh persiapan jelang Pilpres menyatakan, sebenarnya semua sudah selesai dan akan diumumkan. Saat itu, Pram jadi saksi kalau siapa yang akan diumumkan sebagai cawapres sudah diputuskan, bahkan sudah sempat memanggil Mahfud ke ruangannya.

Pertama, Pram meminta Curriculum Vitae (CV) dari Mahfud secara lengkap karena sudah akan diumumkan pada Kamis 9 Agustus 2018 sore sekitar 16.00. Kemudian, Pram menyampaikan pesan agar Mahfud memakai baju putih, mengingat Jokowi direncanakan memakai baju putih.

“Sudah selesai semuanya, berangkat jam 3 saya ke Restoran Plataran, ketika berangkat full masih nama Pak Mahfud, termasuk pidato kan memang selalu saya siapin, apa yang mau disampaikan saya siapin, termasuk CV Pak Mahfud di situ. Nah, tapi ya sudahlah Prof, garis tangan memang ada yang lain, tapi akhirnya kan beliau jadi Menkopolhukam,” ujar Pram.

Pram mengaku kaget di detik-detik akhir sebelum pengumuman ada perubahan nama cawapres yang akan mendampingi Jokowi dari Mahfud ke Ma’ruf. Bahkan, Pram menyampaikan, saat itu Ma’ruf Amin sendiri belum tahu karena sedang berada di luar rumah bersama keluarganya.

“Ternyata Pak Kyai-nya belum dikasih tahu, jadi yang memberi tahu Pak Ma’ruf pertama kali sebenarnya Bu Mega, karena pada waktu itu saya sampaikan ke Ibu, Ibu yang kemudian telfon dan Pak Ma’ruf sedang berada di Plaza, sedang di luar lagi sama keluarganya,” kata Pram.

Mahfud menuturkan, hari itu dirinya ditelfon Pram sekitar 09.00 pagi, diminta ke kantor untuk menyerahkan CV. Mahfud menolak permintaan Pram untuk mengukur baju dan minta memakai baju yang sudah jadi saja. Saat itu, Mahfud diajak sahabatnya, Hilal Hamdi, membeli sepatu.

“Saya suruh ngukur baju suruh nunggu setengah jam, padahal saya diajak Hilal Hamdi mau beli sepatu untuk besok pendaftaran ke KPU. Kata Mas Hilal, kamu jangan pakai sepatu gini terlalu resmi, Pak Presiden pakai sepatu kets, ayo ke sana, ini cerita cerita yang indah kalau dikenang,” ujar Mahfud.

Menurut Mahfud, dirinya malah sudah diminta Pram untuk datang ke Restoran Tesate yang jaraknya sangat dekat dengan Restoran Plataran. Bahkan, Mahfud sudah diberi tahu nantinya jika berpidato yang singat saja, menyampaikan kesiapan membantu Jokowi sesuai pengalaman.

Saran itu disampaikan Pram dan Teten Masduki yang saat itu Kepala Staf Kepresidenan. Malah, malam sebelum itu, Mahfud turut mendapat semacam pelatihan dari Teten dan Pratikno yang saat itu merupakan Mensesne, agar besok Mahfud bisa bersepeda bersama Jokowi ke KPU.

“Iya Mas Pram sama Pak Teten Masduki, malam itu sebelumnya saya ditraining Pak Pratik sama Teten di rumahnya, besok Pak Mahfud naik sepeda bersama Pak Jokowi, tidak enak dong masa saya yang lebih tua dibonceng Presiden, ya sudah pakai dua saja, sudah disimulasi waktu itu,” kata Mahfud sambil tertawa, mengenan momen yang disebutnya sebagai kenangan indah. (*)

Temukan kami di Google News.