Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar rangkaian peringatan Hari Santri 2026 yang jatuh Kamis (22/10/2026). Pada momen ini, PBNU juga mengukuhkan pengurus masa khidmah 2026-2031.
Wakil Ketua Umum PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan, seluruh rangkaian kegiatan Hari Santri berlangsung sederhana dan khidmat. Rangkaian kegiatan dimulai di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur (Jatim), Kamis (22/10/2026).
Kata Gus Ipul, peringatan Hari Santri diisi dengan apel, ziarah, kirab, dan resepsi. Hari Santri tahun ini mengusung semangat Mujahadah Kemanusiaan untuk Palestina. “Acara dan tema ini sudah direstui oleh Rais Aam dan Ketua Umum,” kata Gus Ipul dalam keterangannya di Jakarta.
Rangkaian Hari Santri dipusatkan di Jatim, dengan kirab dari Jombang hingga Surabaya. Kirab dijadwalkan melewati Mojokerto, Sidoarjo, serta Kota Surabaya. Resepsi akan dipusatkan di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya.
Sementara itu, kegiatan di Jakarta berlangsung Jumat (23/10/2026), termasuk rapat koordinasi panitia yang dijadwalkan dihelat di Hotel Trans Cibubur. Acara dilanjutkan pengukuhan pengurus PBNU masa khidmah 2026-2031 yang dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Al-Hamidiyah, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Sabtu (24/10/2026).
Gus Ipul mengatakan, Rais Aam dan Ketua Umum PBNU berpesan, seluruh rangkaian kegiatan digelar sederhana tanpa mengurangi kekhidmatan dan gaung peringatan. “Acara sederhana tapi khidmat. Sederhana tapi gaungnya kuat,” tekan Gus Ipul.
Kesederhanaan ini termasuk akan diwujudkan dalam apel Hari Santri. Apel tetap digelar dalam skala besar tanpa menampilkan kemewahan yang berlebihan. “Besar tapi bersahaja, tidak kelihatan wah dan megah,” katanya.
Selain itu, Gua Ipul mengingatkan panitia mengantisipasi dampak kegiatan terhadap mobilitas masyarakat, khususnya kemacetan di jalur yang dilintasi kirab. Dia berharap, seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan tertib. “Kami berusaha agar tidak bikin macet. Masyarakat lagi susah, jangan ditambah susah-susah yang aneh-aneh,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Addin Jauharudin menyatakan, pihaknya turut dilibatkan dalam pelaksanaan Kirab Santri dari Jombang menuju Surabaya.
“GP Ansor juga menyiapkan sejumlah kegiatan lain, termasuk aksi bersih-bersih Masjid, berbagai aksi kemanusiaan untuk mengisi Hari Santri,” kata Addin.
Menurut Addin, peringatan Hari Santri perlu dimaknai lebih luas dengan menghubungkan nilai perjuangan para pendiri NU dengan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat, dari kesulitan ekonomi hingga penanganan bencana.
Ditegaskan, momentum Hari Santri harus semakin memperkuat kepedulian dan keterlibatan santri dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Addin mengingatkan, identitas santri tak semata ditentukan oleh lamanya seseorang menempuh pendidikan di pesantren.
“Nilai-nilai kebaikan dan kemaslahatan harus tetap menjadi pegangan dalam kehidupan bermasyarakat. Mari santri ikut menciptakan penciptaan lapangan kerja, bantuan kemanusiaan, dan kegiatan sosial pascabencana,” pungkasnya. MB03
