‘Bohong Anda Bilang Indonesia Belum Maju, tapi Dusta Anda Bilang Indonesia Baik-Baik Saja’

Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, dalam podcast Terus Terang Mahfud MD di YouTube Mahfud MD Official, Rabu (19/08/2026). Foto: Wahyu Suryana
Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, dalam podcast Terus Terang Mahfud MD di YouTube Mahfud MD Official, Rabu (19/08/2026). Foto: Wahyu Suryana

Pakar hukum tata negara, Mahfud MD, melakukan Solilokui Kemerdekaan dalam rangka HUT RI ke-81. Ia menyampaikan, kita tidak bisa mengingkari begitu banyak kemajuan yang sudah dicapai, juga tidak bisa mengingkari kondisi ini yang sedang tidak baik.

“Saya mulai dengan Anda berbohong, Anda berdusta. Anda bohong besar jika Anda mengatakan kemerdekaan 17 Agustus 1945 itu tidak membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia, bohong itu. Tapi, juga Anda berdusta jika Anda mengatakan Indonesia sekarang ini sedang baik-baik saja,” kata Mahfud kepada terusterang.id dan ditayangkan dalam podcast Terus Terang Mahfud MD di YouTube Mahfud MD Official, Rabu (19/08/2026).

Ia menyebut, ada rasa yang bercampur aduk setiap kita masuk ke suasana 17 Agustus. Kita merasa gembira dan terharu karena Indonesia sudah maju, merdeka, bersatu, dan berdaulat, tapi juga merasa sedih dan marah karena masih jauh dari adil dan makmur.

“Padahal, merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur itu adalah satu paket dari Indonesia yang diidamkan oleh para pendiri negara. Meski begitu, rakyat masih tetap cinta Indonesia dan menggantukan harap kepada Indonesia,” ujar Mahfud.

Bagi Mahfud, jika titik tolaknya proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, maka Indonesia sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Tapi, ia melihat, kemajuan-kemajuan yang terjadi belum bisa optimal karena masih banyak hambatan-hambatan.

Dulu, ia mengingatkan, hampir seluruh rakyat Indonesia miskin dan yang bisa hidup agak layak hanya keluarga-keluarga priyayi yang bekerja sama dan membantu Belanda. Tapi, sesudah Indonesia merdeka dari waktu ke waktu, orang miskin jauh berkurang.

“Bagaimana soal pendidikan? Itu juga sudah bagus. Mari kita lihat perkembangannya sekarang. Pada tahun 1945, rakyat Indonesia pribumi lebih banyak yang tidak bisa bersekolah setingkat SD sekalipun. Sekarang, ini sudah terbuka lebar pintu-pintu untuk sekolah, sehingga rakyat Indonesia sudah begitu maju di bidang pendidikan,” kata Mahfud.

Selama 81 tahun Indonesia merdeka, ia menilai, sudah banyak kemajuan-kemajuan yang harus disyukuri karena jembatan emas berupa kemerdekaan. Bahkan, setiap pergantian kepemimpinan selalu ada kemajuan-kemajuan baru, walau tentu saja ada kekurangan.

Maka itu, Mahfud menolak menutup mata dan telinga atas fakta lapangan yang dialami bangsa Indonesia hari ini. Ia menyampaikan, potret hari ini memberikan tamparan keras yang tidak bisa ditepis soal kondisi Indonesia yang tidak baik-baik saja.

“Bagaimana potret Indonesia terkini Pak Mahfud, apakah sudah baik-baik saja? Saya bilang, Anda dusta kalau mengatakan Indonesia ini sekarang baik-baik saja,” ujar Mahfud.

Mahfud mengingatkan, kemerdekaan itu jembatan emas yang bisa mengantar Indonesia menuju Indonesia emas yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Namun, itu tidak bisa dicapai 2045 kalau tidak ada intropeksi atas hambatan yang muncul.

Mahfud turut merespons positif demonstrasi BEM seluruh Jabodetabek pada 18 Agustus 2026 lalu. Mahfud mengaku memahami tagar ‘merebut kemerdekaan’ yang diusung, walau terdengar seperti sebuah hardikan kasar atas bangsa Indonesia yang sudah merdeka.

“Tapi, substansinya memang tidak salah. Secara formal konstitusional kita memang sudah merdeka, bersatu, berdaulat, tapi secara real esensi kemerdekaan itu belum dirasakan rakyat banyak karena terjadi ketidakadilan. Sehingga, tidak bisa muncul kemakmuran meski pertumbuhan ekonomi dapat dikatakan berjalan konsisten dan stabil. Capaian janji kemerdekaan kita sangat lambat karena terhambat oleh ketidakadilan,” kata Mahfud. (WS05)