Belum Tentu Febrie Adriansyah, Kematian Sutrimo Bisa Perbuatan Pihak yang Ingin Hapus Jejak

Guru Besar Hukum Hak Asasi Manusia UII, Prof Suparman Marzuki, dalam program Kelas Malam di YouTube Terus Terang Media, Jumat (07/08/2026). Foto: Wahyu Suryana
Guru Besar Hukum Hak Asasi Manusia UII, Prof Suparman Marzuki, dalam program Kelas Malam di YouTube Terus Terang Media, Jumat (07/08/2026). Foto: Wahyu Suryana

Guru Besar Hukum Hak Asasi Manusia UII, Prof Suparman Marzuki menilai, sangat wajar kematian Sutrimo dikaitkan dengan kasus yang menjerat Febrie Adriansyah. Sebab, Sutrimo merupakan asisten rumah tangga dari mantan Jampidsus Kejagung tersebut.

“Karena almarhum berada di rumah itu, yang rumah itu miliknya Febrie dan dia orang dekat, penjaga rumah tangga. Kematiannya juga dekat dengan Febrie tertangkap, dekat peristiwa penggeledahan-penggeledahan, dua peristiwa berbeda yang bisa dianalisis terkait satu sama lain dalam satu perkara,” kata Suparman kepada terusterang.id dan ditayangkan dalam program Kelas Malam di kanal YouTube Terus Terang Media, Jumat (07/08/2026).

Namun, Suparman menekankan, tentu ini perkara yang berbeda, satu kematian yang bisa disidik oleh kepolisian. Jika kematian Sutrimo disebabkan sesuatu yang dimasukkan ke tubuhnya dan orang yang memasukkan terkait Febrie, maka Febrie bisa diseret.

“Bisa ditarik menjadi tersangka dalam perkara tindak pidana pembunuhan, kalau itu terbukti tentu saja. Tapi, sekali lagi, inilah tugas proporsionalitas polisi. Kita sangat menunggu, publik sangat menunggu, keluarga yang bersakutan tentu menunggu, Febrie tentu ingin ini clear karena dia tidak ingin dilibatkan,” ujar Suparman.

Suparman berpendapat, jika ternyata Febrie tidak terlibat kematian Sutrimo, tidak menjadi bagian dari pembunuhan tentu saja kasihan terus dikait-kaitkan. Padahal, Febrie sendiri belum selesai menghadapi perkara utama terkait korupsi dan TPPU.

Jika bukan Febrie, ia menyampaikan, bisa saja kematian Sutrimo disebabkan oleh orang-orang lain atau pihak-pihak lain yang berkepentingan dengan kasus Febrie. Terlebih, konon kasus Febrie banyak dikaitkan dengan oknum-oknum besar lainnya.

“Artinya apa? Sangat mungkin juga kalau kematian Sutrimo karena rekayasa, karena perbuatan orang yang ingin menghilangkan jejak kejahatan dan belum tentu jejak kejahatan yang ingin dihilangkan itu muncul dari Febrie, tapi dari orang lain,” kata Suparman.

Maka itu, ia berpendapat, penting diketahui penyebab kematian dari Sutrimo. Sebab, begitu penyebab kematian Sutrimo diketahui, misalkan karena racun, maka penyidikan bisa dilanjutkan dan polisi bisa menelusuri siapa yang memberi Sutrimo racun itu.

“Sampai ketemu subyek hukum yang diduga pelaku, langsung, suruhan, atau apa,” ujar Suparman.

Suparman merasa, sangat mungkin kematian Sutrimo merupakan langkah menghilangkan saksi kunci atau menghapus informasi penting dalam kasus Febrie. Ia menilai, secara teori kriminologi wajar ada analisis itu bagian memotong mata rantai kejahatan.

“Itu lazim secara teori kriminologi, bahwa upaya untuk memotong mata rantai bukti itu lazim dalam teori kriminologi, seseorang yang ingin lepas dari peristiwa, bisa Febrie bisa orang lain, ingin lepas dan tidak tersangkut, dan dia tahu betul dia akan menjadi tersangkut bila Sutrimo bicara, mengeluarkan sesuatu bukti misalnya,” kata Suparman.

Suparman menyebut, pengungkapan kematian Sutrimo memang sangat penting. Karenanya, ia berharap, kepolisian bisa bersikap independen membuat terang perkara ini karena memang merupakan tugas pokok dari kepolisian melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Kemudian, ia berharap, dari sana kepolisian bisa memutuskan apakah kematian Sutrimo ini terkait dengan pokok perkara yang sedang menjerat Febrie atau sama sekali tidak terkait. Termasuk, jika ada kaitan dengan kasus tapi tidak langsung ke Febrie.

“Tapi, kaitan langsungnya dengan orang lain yang menjadi bagian dari peristiwa yang sedang dialami Febrie. Nah, kontropersi ini harapan kita segera diurai oleh kepolisian agar menjadi terang duduk perkaranya,” ujar Suparman. (WS05)

Temukan kami di Google News.