Pesan Komika ke Presiden Prabowo: Pak Cek WhatsApp, Jangan Dicekin Orang Terus

Komika, Rindra Danantara (kanan), dalam program Poker di kanal YouTube Terus Terang Media, Kamis (06/08/2026). Foto: Wahyu Suryana
Komika, Rindra Danantara (kanan), dalam program Poker di kanal YouTube Terus Terang Media, Kamis (06/08/2026). Foto: Wahyu Suryana

Komika dan Menteri Kegelapan di Kabinet Bayangin, Rindra Danantara menilai, semua warga negara Indonesia seharusnya merasa senang jika program-program dari Presiden Prabowo berhasil. Baik mereka yang memilih maupun tidak memilih saat Pilpres dulu.

“Sebenarnya begini, kalau memang waktu itu berseberangan ketika pemilu, taruh lah 01 atau 03, itu seharusnya mereka itu senang melihat Pak Prabowo itu program-programnya berhasil. Karena, kalau programnya Pak Prabowo berhasil itu berarti kan Indonesia itu lebih maju,” kata Rindra kepada terusterang.id dan juga ditayangkan dalam program Poker di kanal YouTube Terus Terang Media, Kamis (06/08/2026).

Misal, jika Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bisa diterapkan baik tentu banyak masyarakat yang terbantu. Pun Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ketika mampu tersalurkan secara baik tentu anak-anak tidak perlu khawatir soal makan siangnya.

Apalagi, ia meyakini, Presiden Prabowo pasti memiliki niatan yang baik dengan melahirkan program-program tersebut. Meski begitu, Rindra menyampaikan, di sisi lain pemerintah seharusnya bisa melihat kritik-kritik yang ada secara lebih baik.

“Setidaknya pemerintah juga sebaiknya memandang kritikan-kritikan itu sebagai sesuatu yang sehat. Karena, kalau memang sebuah pemerintahan yang terlalu mutlak dan tidak ada kontranya itu kan tidak sehat. Harus ada, seperti tadi, ada teman tanding. Itu mereka saya yakin itu Kabinet Bayangan itu orang-orang yang cinta Indonesia juga dengan cara mereka, jangan dianggap sebagai ancaman,” ujar Rindra.

Pada kesempatan itu, Rindra turut memberikan pesan khusus jika diberi kesempatan berbicara langsung kepada Presiden Prabowo. Ia berharap, Presiden Prabowo mau sekali-kali membuka pesan-pesan WhatsApp yang ada di ponselnya sendiri.

“Kalau on a serious note, saya cuma pengin bilang kayaknya, Pak, cek WA lah sekali-kali gitu, jangan dicekin terus. Cek apapun itu supaya tahu masyarakat itu lagi menghadapi apa. Selain itu Pak, kalau 2T itu kalau namanya petani, itu 2 ton, bukan Rp 2 triliun, kalau sebulan Rp 2 triliun, wah super rich, banyak kayaknya yang super rich, semua orang pengen jadi petani, Tani Hub tidak bangkrut,” kata Rindra.

Meski begitu, Rindra memberikan pandangan berbeda terkait Kabinet Bayangan yang hadir sebagai lawan tanding atau oposisi dari Kabinet Merah Putih. Ia berpendapat, 15 orang menteri-menteri Kabinet Bayangan hanya akan melakukan perbuatan sia-sia.

Bagi Rindra, kehadiran film Dirty Vote pertama yang sudah begitu panjang dibuat, memuat begitu banyak fakta-fakta lapangan menjadi contoh. Sebab, ia mengingatkan, faktanya tidak kurang 98 juta orang masih pemilih Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.

“Tapi, kembali lagi, saya bukan mendoakan itu menjadi sebuah perbuatan yang sia-sia. Saya rasa itu akan menjadi sesuatu yang positif karena itu mudah-mudahan bisa konsisten dan membuat masyarakat terbiasa lagi dengan adanya dialog. Kalau sekarang kita merasa tidak ada oposisi, mereka akan berikan. Oposisi mungkin tidak secara strukural, tapi secara ide, mungkin akan memberikan perspektif yang lebih segar,” ujar Rindra. (WS05)

Temukan kami di Google News.