Heboh Bursa Saham, Mundurnya Petinggi BEI dan OJK Malah Jadi Sinyal Positif

Intelektual, Hamid Basyaib, dalam program Perspektif di kanal YouTube Terus Terang Media, Minggu (01/02/2026). Foto: Wahyu Suryana
Intelektual, Hamid Basyaib, dalam program Perspektif di kanal YouTube Terus Terang Media, Minggu (01/02/2026). Foto: Wahyu Suryana

Intelektual, Hamid Basyaib menilai, kehebohan yang terjadi di bursa saham sepekan terakhir semakin menyadarkan kita kalau ekonomi global interconnected. Artinya, kita semakin tidak bisa mengisolasi diri dan saling membutuhkan satu sama lain.

Apalagi, ia mengingatkan, Indonesia sendiri sudah memilih menempatkan diri dalam berbagai kerja sama yang membuat semakin terkoneksi dengan dunia. Itu menunjukkan betapa sensitif pasar saham kita, membuat transparansi jadi sesuatu yang mutlak.

“Jadi, patokan kita bukan hanya rakyat kita sendiri, tapi rakyat dunia, semua orang melihat. Apalagi, investornya kan juga datang dari berbagai negara dan mereka tentu harus mengawasi kalau pasar saham kita jelek,” kata Hamid kepada terusterang.id dan ditayangkan dalam program Perspektif di kanal YouTube Terus Terang Media, Minggu (01/02/2026).

Tapi, di sisi lain, mereka yang merupakan pemangku kepentingan dalam bidang ini memilih untuk mundur. Diawali Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar.

Disusul pejabat-pejabat OJK lain seperti Wakil Ketua DK Mirza Adityaswara, Kepala Eksekutif PMDK Inarno Djajadi, dan Deputi Komisioner Pengawas DKTK Aditya Jayaantara. Langkah ini banyak dinilai sebagai sinyal yang cukup baik dari mereka.

Artinya, mundur menjadi konsekuensi logis bagi seseorang yang mendapatkan amanah publik, lalu gagal, sehingga ini bukan sesuatu yang heroik, bukan sesuatu yang luar biasa. Sayangnya, ini sesuatu yang sangat jarang dicontohkan pejabat-pejabat kita.

“Misalnya, kepolisian, ada korban di stadion yang begitu banyak pemimpinnya belum tentu mundur atau dipindahkan saja, tidak diberi sanksi begitu-begitu, itu pasti sinyal yang jelek sekali tentang pentingnya pertanggung jawaban,” ujar Hamid.

Sekarang, Hamid menambahkan, pejabat-pejabat BEJ maupun OJK mengambil sikap untuk mundur dan direspons positif. Hal ini sejalan dengan apa yang menjadi tanggapan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, yang menilai ini sinyal positif.

“Artinya, ada harapan bahwa berikutnya bursa efek kita akan semakin sehat dengan adanya pemimpin baru yang ya kira-kira comply, kira-kira menyesuaikan diri dengan seluruh norma yang berlaku di dunia pasar saham di seluruh dunia,” kata Hamid. (WS05)

Temukan kami di Google News.