Emas Diyakini Tetap Jadi Investasi Meyakinkan dan Menguntungkan

Plh Deputi Bisnis Bulion Pegadaian, Darma Satria, dalam program Pojok Keramat di kanal YouTube Terus Terang Media, Kamis (22/01/2026). Foto: Wahyu Suryana
Plh Deputi Bisnis Bulion Pegadaian, Darma Satria, dalam program Pojok Keramat di kanal YouTube Terus Terang Media, Kamis (22/01/2026). Foto: Wahyu Suryana

Plh Deputi Bisnis Bulion Pegadaian, Darma Satria mengatakan, emas memang instrumen yang sejak dulu dipercaya sebagai safe haven. Karenanya, ia berpendapat, emas akan tetap menjadi investasi yang menjanjikan, terutama jika perspektif jangka panjang.

“Kalau itu secara jangka panjang tentu emas adalah salah satu pilihan yang terbaik karena memang ini sudah terbukti sejak zaman dulu. Apalagi, di Indonesia memang terkenal dengan budaya menabung emas,” kata Darma kepada terusterang.id dan ditayangkan dalam program Pojok Keramat di kanal YouTube Terus Terang Media, Kamis (22/01/2026).

Artinya, ia menekankan, memang sejak dulu sudah dipercaya sebagai salah satu alat instrumen investasi. Ke depan, Darma meyakini, emas memang diterima semua kalangan dan sudah diakui sebagai satu safe haven dan sumber daya yang jumlahnya terbatas.

Darma menyampaikan, Indonesia sendiri masih menjadi salah satu produsen terbesar di dunia, berada di posisi 7 atau 8, dengan jumlah cadangan emas terbesar dunia. Maka itu, ia menegaskan, kesempatan menjadikan emas instrumen investasi sangat tinggi.

“Kesempatan dalam arti untuk menjadikan emas sebagai salah satu pilihan instrumen investasi, jadi saya tetap percaya dalam jangka panjang sekalipun,” ujar Darma.

Pegadaian sendiri, lanjut Darma, sudah masuk ke bisnis emas digital sejak 2015. Namun, ia mengungkapkan, memang terjadi kenaikan minat dari kaum milenial dan kenaikan harga emas selalu saja diikuti kenaikan minat masyarakat berinvestasi.

“Untuk peningkatan itu memang terjadi di 2-3 tahun belakangan sesungguhnya memang kita ngelihat memang minat dan antusias masyarakat untuk mencoba investasi, membagi portofolio investasi masuk ke emas ini juga mulai semakin meningkat,” kata Darma.

Darma menerangkan, di Pegadaian sendiri memang secara regulasi diatur underlying atas tabungan emas bersifat 1 banding 1. Jadi, ketika nasabah order di emas digital bisa dipastikan bahwa secara fisik emasnya memang ada dan disimpan di penyimpanan.

Ia menegaskan, secara regulasi memang setiap saldo gramasi emas digital yang dijual sebenarnya sudah diiapkan saldo fisiknya. Soal selisih harga, Darma menambahkan, memang dihasilkan dari biaya cetak dan biaya-biaya lain yang lebih sedikit.

“Kalau untuk emas digital ini memang kita bisa mengecilkan ya biaya-biaya mungkin di vault, terutama tadi ongkos cetak, kemudian biaya distribusi itu yang menjadikan kita bisa memotong margin atau spreadnya itu menjadi lebih kecil,” ujar Darma. (WS05)

Temukan kami di Google News.