Usai Meninggalnya Pelatih Valencia, PDIP DPR Desak Keselamatan Transportasi Wisata

Sail Nias 2019
Dokumen milik Kementerian Pariwisata RI.

Fraksi PDI Perjuangan DPR RI kompak menekankan dan menyoroti aspek keselamatan di transportasi wisata dengan berbagai kasus yang terjadi di Indonesia. Salah satu yang menjadi pembahasan adalah kasus meninggalnya pelatih Valencia di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Wakil Ketua Komisi VII DPR Evita Nursanty mengatakan, faktor keselamatan dan keamanan harus menjadi fondasi utama dalam pengembangan destinasi wisata Indonesia.

Bacaan Lainnya

Harus ada perbaikan yang serius dari sisi tata kelola pariwisata nasional dengan menempatkan faktor safety and security atau faktor ’S’ sebagai yang utama setelah aksesibilitas, amenitas, atraksi atau 3A+S.

Safety and security tourism harus menjadi pilar utama pariwisata Indonesia, agar sektor ini tumbuh aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan,” tegas Evita dalam keterangannya, Rabu (21/1/2026).

Evita menyatakan, menjamin keselamatan wisatawan, pekerja pariwisata dan masyarakat lokal harusnya sejajar dengan upaya keras pemerintah untuk mengejar lebih banyak kunjungan wisatawan, meningkatkan length of stay, dan memperbesar pengeluaran wisatawan di destinasi wisata.

“Berulangnya kecelakaan di destinasi wisata menunjukkan bahwa keselamatan dan keamanan belum menjadi prioritas utama kebijakan pariwisata. Satu nyawa yang hilang adalah kegagalan sistem. Ini tidak boleh dianggap hal biasa,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua komisi V DPR RI, Lasarus mengatakan bahwa kapal yang digunakan oleh pelatih Valencia tersebut pada awalnya bukan dirancang untuk mengangkut penumpang.

Lasarus mengatakan, insiden kecelakaan kapal pinisi yang terjadi di Labuan Bajo telah menjadi perhatian luas, termasuk internasional.

“Saya coba diskusi, saya kalau bicara soal kapal ini Pak, sering saya kontak Pak Soerjanto Tjahjono ini, Pak KNKT ini. Kapal Phinisi ini sedianya kan bukan untuk angkut orang Pak, ini kan untuk angkut barang,” kata Lasarus dalam rapat kerja bersama Kemenhub, KemenPU, Basarnas, BMKG dan Korlantas Polri terkait evaluasi pelaksanaan Natal dan Tahun baru 2025, Selasa (20/1/2026).

“Apalagi kejadian yang di Labuan Bajo ini, salah satu figur yang dikenal oleh dunia Pak, pelatih sepak bola Valencia, sehingga dunia memperhatikan ke kita semua seperti apa standar keselamatan kita, dalam rangka kita mengawal seluruh wisatawan yang datang ke tempat kita, apapun moda transportasinya, termasuk kapal pinisi ini,” lanjut Lasarus.

Lasarus meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk lebih memperhatikan kelaikan kapal pinisi dalam berlayar. Selain itu, juga memperketat keamanan dan standar keamanan berlayar.

“Jadi ini menurut saya harus ada protap yang jelas ini Pak Menteri, karena sedianya kapal ini dulunya bukan untuk angkut orang Pak,” tekannya.

“Jadi perlu mendapat perhatian sehingga ada perlu standar operasional prosedur yang jelas yang ditetapkan oleh regulator, yaitu dari Kementerian Perhubungan,” harap Lasarus. RLS/MF03

Temukan kami di Google News.