Politisi PKS Ingatkan Pertemuan Presiden dengan Para Rektor Jangan Hanya Seremonial

Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abdul Fikri Faqih.

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang memutuskan untuk menambah anggaran dana riset nasional menjadi Rp 12 triliun.

Keputusan strategis ini diambil Presiden usai menggelar pertemuan tatap muka dengan 1.200 rektor dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi, sebuah inisiatif yang dinilai legislatif sebagai budaya baru yang positif dalam tata kelola Pemerintahan yang berbasis data dan keilmuan.

Bacaan Lainnya

Pertemuan antara Presiden dengan ribuan pimpinan perguruan tinggi tersebut dinilai oleh Fikri Faqih sebagai momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan kaum intelektual.

“Tradisi komunikasi langsung antara kepala negara dan pimpinan akademisi sangat krusial agar informasi mengenai penyelenggaraan pemerintahan dapat tersampaikan secara utuh dan transparan kepada para pemikir bangsa,” kata Fikri dalam keterangannya, di Jakarta, Minggu (18/1/2026).

Legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, sejalan dengan peran strategis akademisi dalam konsep kolaborasi pentahelix yang melibatkan unsur akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media (ABGCM) dalam pembangunan nasional.

Namun, Fikri menegaskan, forum semacam ini tidak boleh hanya menjadi acara seremonial semata. Melainkan harus diformat sedemikian rupa agar menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif.

Dia berharap para pimpinan perguruan tinggi diberikan ruang yang luas untuk memberikan masukan konstruktif secara langsung kepada Presiden.

“Masukan dari para pakar ini sangat dibutuhkan untuk memastikan arah kebijakan negara tetap berada di jalur yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tandas legislator dari daerah pemilihan (dapil) IX Jawa Tengah (Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes) ini.

Dampak positif dari komunikasi langsung tersebut bahkan sudah terlihat nyata dengan adanya kebijakan konkret terkait anggaran riset.

Dia menyoroti respon cepat Presiden Prabowo yang langsung memberikan perhatian serius terhadap dunia penelitian. Anggaran dana riset yang semula dialokasikan sebesar Rp8 triliun, kini mendapatkan tambahan sekitar Rp4 triliun sehingga totalnya mencapai Rp12 triliun.

Bagi Komisi X DPR RI, komitmen ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan tinggi untuk terus berinovasi memberikan sumbangsih terbaik bagi kemajuan bangsa.

“Kenaikan signifikan ini menunjukkan pemahaman mendalam Presiden bahwa pembangunan sebuah negara yang maju harus memiliki landasan riset yang kuat dan teruji,” pungkasnya. FB03/RLS

Temukan kami di Google News.